Sabtu, 09 Juli 2011

PERANAN MEDIA POTO DALAM PEMBELAJARAN PERUBAHAN SOSIAL IPS KELAS IX SMPN 2 KATAPANG

PERANAN MEDIA POTO DALAM PEMBELAJARAN PERUBAHAN SOSIAL IPS KELAS IX SMPN 2 KATAPANG
(Penelitian pada siswa kelas IX SMPN 2 Katapang Kabupaten Bandung)





Oleh
ACEP ABUD BURHANI,S.Pd
NIP : 19710117 199702 1001















DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN BANDUNG
SMP NEGERI 2 KATAPANG
2009







BAB I PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Proses Pembelajaran yang benar adalah suatu proses pendidikan yang menghasilkan dua sisi pengalaman. Pada suatu sisi pengajaran meningkatkan pengetahuan, informasi, keterampilan atau pun sifat tertentu pada individu. Pada sisi lain pembelajaran bertumpu pada pengalaman guru yang memberikan sesuatu yang paling baik dan benar pada diri guru tersebut dalam mewujudkan proses pembelajaran yang tumbuh dari dalam diri peserta didik sendiri untuk mencapai kemandirian.
Pada posisi tersebut kedudukan guru sangatlah strategis terutama dalam membentuk watak siswa untuk bergairah dalam proses belajar mengajar sehingga ada proses hasil yang diharapkan.
Bermula dari pengalaman menyampaian bahan ajar kepada siswa, guru dapat merasakan sendiri keberhasilan dari proses tersebut apakah ada hasil yang membekas pada diri siswa atau sebaliknya, masalah itu yang perlu di diperdalam dan diselidiki oleh kita selaku pendidik jangan sampai setelah menyampaikan materi selesai begitu saja tanpa ada timbal balik pertanyaan berhasil atau tidak kita mengajar kepada siswa pada hari ini.
Berhasil tidaknya proses belajar mengajar tentu peran guru yang menentukan meski tidak seratus persen peran tunggal ada pada diri guru tersebut sebagaimana slogan guru tetaplah seorang yang digugu dan ditiru oleh siswanya. Jadi bagaimana agar kita melaksanakan tugas sesuai dengan harapan tentunya dengan mengembangkan strategi pengajaran yang secara kontinyu atau berlanjut dengan menelaah sejauh mana keberhasilan peserta didik sehingga mengerti betul makna dari penyampaian kita misal dengan merubah metode pengajaran.
Berdasarkan Pengalaman ini penulis tuangkan dalam bentuk penelitian tindakan kelas mencermati pengalaman siswa dalam mempelajari IPS kelas 9 mengenai “dengan judul ”PERANAN MEDIA POTO DALAM PEMBELAJARAN PERUBAHAN SOSIAL IPS KELAS IX SMPN 2 KATAPANG
(Penelitian pada siswa kelas IX SMPN 2 Katapang Kabupaten Bandung)

B. Rumusan Masalah

Dalam penyampaian materi ini awalnya mengunakan metode ceramah, diskusi dan Tanya jawab. Tapi hasil yang didapat kurang memuaskan dengan hasil hampir sebagian dibawah KKM ( 6.5 ) padahal materi tersebut sifatnya hapalan yang mudah dicerna.kemudian langkah selanjutnya merubah strategi penyampaian dengan menggunakan strategi yang berbeda yaitu memperlihatkan media alat peraga berupa poto poto tentang materi perubahan sosial dimasyarakat. Jadi dapat saya rumuskan masalah tersebut yaitu :
Apakah Peranan media Poto Alat peraga gambar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari perubahan Sosial di Masyarakat pada pelajaran IPS kelas 9 ?

C. Pemecahan Masalah

1. Setiap siswa mencari gambar atau poto yang berkenaan dengan materi perubahan sosial
2. Setiap kelompok mendiskusikan gambar atau poto yang berkenaan dengan materi perubahan sosial dan mempresentasikan didepan kelas dengan sumbang sarang dari kelompok lainnya
3. Menjelaskan kembali gambar atau poto tersebut yang berkenaan dengan perubahan social di masyarakat yang bersifat positif dan negative.


D. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk :
1. Meningkatkan motivasi siswa dalam pelajaran IPS
2. Mencari proses jalan keluar untuk Meningkatkan kemampuan siswa dalam proses belajar mengajar
3. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
4. Meningkatkan kerja sama antar teman untuk meningkatkan keberhasilan belajar pada diri siswa
5. Meningkatkan kemampuan guru dalam merancang atau memilih alat atau media peraga dan pendekatan pembelajaran yang menarik sehingga membantu terciptanya pembelajaran yang aktif, inifatif , kreatif serta menyenangkan.

E. Manfaat Penelitian
1. mencari solusi yang tepat dan akurat untuk mengatasi masalah yang dihadapi siswa.
2. Dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memilih strategi penyampaian serta teknik pendekatan pembelajaran yang mudah dipahami oleh siswa
3. Untuk mencari perbedaan nilai dan daya tangkap siswa antara menggunakan dan tidak menggunakan gambar atau poto pada pembelajaran perubahan sosial dimasyarakat.
4. Siswa agar termotivasi daya ingatnya dengan gambar atau poto
5. Dapat meningkatkan Hasil belajar siswa dengan pengetahuan guru memilih dan menggunakan alat alternatif dan media pelajaran yang Variatif dan merangsang siswa agar tidak bosan.
F. Hipotesis Tindakan
Penggunaan alat peraga sebagai alternatif dapat memotivasi daya ingat siswa dalam pembelajaran Perubahan Sosial di Masyarakat pada pelajaran IPS kelas IX SMP Negeri 2 Kapatang.

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
a. Motivasi Belajar siswa
Motivasi atau dorongan Belajar siswa tidak terlepas dari dalam dan luar siswa itu sendiri, kedua faktor tersebut mempunyai peranan yang sangat penting untuk kemajuan individu yang bersangkutan hal tersebut bisa dijabarkan .
1. Motivasi Intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam sehingga orang tersebut senang melakukannya.
2. Motivasi Ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar mempengaruhi individu seseorang untuk berbuat sesuatu ( Dimyati dan Mujiono.2002 ).
Motivasi Belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar.menjamin kelangsungan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi tercapai suatu tujuan. .motivasi belajar memegang penting dalam menggairahkan atau semangat dalam belajar, sehingga siswa yang bermotivasi kuat memiliki energi untuk melakukan kegiatan belajar.( W.S.Winkel.1989 : 92 ).

Metode metode konvensional,yang dilahirkan pada awal era ekonomi industri cenderung menyerupai bentuk dan gaya pabrik diantaranya mekanisme, standarisasi, control luar, satu ukuran untuk semua, dengan menjalani kehidupan yang kering dan membosankan dalam bekerja.
Metode tersebut menumbuhkan siswa tidak kreatif, karena biasa diarahkan pada format aku bicara kau mendengar. Menoton yang relatif tidak membutuhkan pikiran luas melainkan rasio seseorang terbelenggu dan akibatnya tujuan pembelajaran yang semestinya lebih kreatif dalam berpikir, memecahkan masalah, melakukan pembaruan dalam belajar tapi kenyataannya tidak
Guru yang profesional harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Untuk menumbuhkan kepribadian siswa agar lebih luas wawasannya Guru profesional selalu melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukannya secara berkelanjutan. Salah satu implementasi dari refleksi kegiatan pembelajaran adalah ditindaklanjuti dengan pelakasanaan penelitian sederhana dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang dikenal dengan penelitian tindakan kelas (PTK).
Bagaimana agar guru berhasil dalam menyampaikan materi sehingga mudah dimengerti oleh siswa untuk mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan
Tentunya dengan menggunakan Faktor yang bisa mengarahkan kepada peningkatan kwalitas pengajaran. diantaranya adalah :
a. Peranan Guru dalam Kelas
Peranan guru tidak diragukan lagi dalam keberhasilan belajar siswanya.keberadaan guru didalam kelas sangat dibutuhkan para siswanya untuk menciptakan proses belajar mengajar . guru itu menjadi pemimpin belajar, guru yang memberikan fasilitas belajar dan guru juga menjadi sumber belajar . tak kalah pentingnya guru juga menjadi motivator belajar siswa.
bersikap ramah dan bersedia memahami setiap siswa, bersifat sabar, adil dan tidak memihak, cerdas, memiliki humor dan kesegaran pergaulan, memperlihatkan tingkah laku dan lahiriah yang menarik.
tapi mengapa hasil belajar siswa kenyataanya masih banyak yang belum memuaskan, tentunya peran yang lain yang harus dipenuhi oleh seorang guru dalam memberikan materi ajar kepada siswa untuk lebih ditingkatkan. Bukan hanya pintar dan cerdas guru tersebut, tapi bisa perperan aktif mencari dan memecahkan masalah yang tidak dipahami oleh siswa yaitu salah satunya dengan memahami Contextual teching for learning sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran siswa, dimana CTL dalam pelaksanaannya lebih atau sering dikaitkan dengan persoalan lingkungan kehidupan sehari hari, sifatnya tidak harus dikelas, siswa di beri peluang untuk menganalisa kesalahan yang dibuatnya dimana selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk memperbaiki.
Guru adalah seorang managemen yang mempunyai empat fungsi umum yang merupakan ciri pekerjaan guru ( Davies )
(a).Merencanakan. pekerjaan guru untuk menyusun tujuan belajar
(b). Mengorganisasikan. Pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan menghubungkan sumber sumbr belajar,sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang paling efektif,efesien dan seekonomis mungkin.
(c.) Memimpin.pekerjaan guru unutk memotivasi,mendorongdan menstimulasikan siswa siswanyasehingga mereka akan siap dalam mewujudkan tujuan belajarnya.
(d) Mengawasi.pekerjaan seorang guru untuk menentukan apakan fungsinya dalammengorganisasikan dan memimpin diatas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan,jika tujuan belum berhasil maka guru harus menilai dan mengatur kembali situasi dan bukannya merubah tujuan.
Empat fungsi diatas merupakan suatu lingkaran yang saling berhubungan satu sama lainnya. Fungsi fungsi tersebut menunjukan kemampuan profesionalisme seorang guru.

b. Peran siswa dalam belajar
Tentunya ini merupakan hal yang paling dominan ketika KBM berlangsung siswa berperan aktif dan berkonsentrasi sebab tanpa konsentrasi belajar, peristiwa belajar itu sesungguhnya itu tidak ada atau tidak berlangsung. Sesuatu proses pemusatan daya pikiran atau konsentrasi adalah aktifitas berpikir untuk memberikan tanggapan tanggapan yang lebih intensif terhadap fokus atau obyek tertentu . penalaran inilah yang perlu dikaji oleh kita bahwa pengaruh konsentrasi siswa dapat mengakibatkan rendahnya nilai yang diharapkan. Penyebab timbulnya kesulitan konsentrasi siswa diakibatkan oleh :
lemahnya minat belajar, gelisah, suasana lingkungan belajar berisik dan berantakan, kondisi kesehatan jasmani dan tidak mempunyai kecakapan dalam cara cara belajar yang baik.
Dengan demikian peran siswa itu sendiri dapat dikatakan sebagai penentu keberhasilan belajar

c. Suasana Belajar
Suasana belajar yang demokratis lebih kondusif bagi pencapaian hasil belajar yang optimal dibandingkan dengan suasana belajar yang kaku dan disiplin yang ketat dengan otoritas ada pada guru. Dalam suasana belajar yang demokratis, pelajar memiliki kebebasan untuk belajar mengajukan pendapat, berdialog dengan teman sekelas dan lain lain. perasaan cemas dan khawatir pelajar sering tidak menumbuhkan kreatifitas siswa dalam belajar.
d. Fasilitas dan sumber belajar yang tersedia
Seringkali guru merupakan salah satunya sumber belajar dikelas, situasi ini kurang menunjang kwalitas pengajaran, sehingga hasil belajar yang dicapai pelajar tidak oftimal.kelas harus diusahakan sebagai laboratorium belajar bagi pelajar. Artinya kelas harus menyediakan berbagai sumber belajar seperti buku pelajaran, alat peraga, dan lain lain. Disamping itu harus diusahakan oleh guru agar pelajar diberi kesempatan untuk berperan sebagai sumber belajar.
e. Metode Mengajar
Metode mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa.
Mengingat mengajar pada hakekatnya merupakan upaya guru dalam menciptakan situasi belajar, metode yang digunakan oleh guru diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kegiatan belajar bagi siswa sehubungan dengan kegiatan mengajar guru. dengan perkataan lain proses belajar mengajar merupakan proses interaksi edukatif antara guru yang menciptakan suasana belajar dan pelajar yang memberi respon terhadap usaha guru tersebut.( metodologi pengajaran. Departemen Agama,hal 88 tahun 2001)

Dari kajian diatas jelas bahwa metode pengajaran adalah penghubung siswa dan guru dalam penyampaian materi ajar guna tercapainya tujuan yang ingin diharapkan selain itu metode yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan semangat siswa untuk belajar dan upaya guru dalam memilih metode yang baik merupakan upaya mempertinggi mutu pengajaran atau pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.
Sebagai pengajar, guru harus cermat selalu melatih diri serta memeliti cara penyampaian materi kepada siswa, jangan sampai monoton apalagi menggunakan satu metode yang tidak terarah.. selanjutnya guru dapat memola, meramu berbagai metode . metode apa yang sesuai dengan materi tersebut, Banyak metode yang digunakan kurang berkenan sehingga dalam proses belajar mengajar siswa lebih banyak diam atau pasif dan mungkin tidak mengerti apa yang disampaikan guru .
Agar mencapai tujuan , maka guru sebagai pengajar harus bisa memilih metode yang digunakan . guru dapat memilih metode yang tepat, hendaknya memperhatikan prinsip umum dan faktor faktornya yaitu :
(a). Memperhatikan kecenderungan kecenderungan pelajar. Prinsip ini memberi landasan bagi guru untuk memberikan kepada pelajar hanya bahan ajar yang sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki yaitu bakat, minat,lingkungan,dan kesiapan, sehingga mereka mengambil manfaat dari proses belajar mengajar.
(b). Memanfaatkan Aktifitas Individual para pelajar. Halini dapat dilakukan oleh guru dengan melibatkan mereka dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh gurudengan melibatkan mereka untuk berpikirdan berbuat,serta mendorong mereka untuk mandiri. Begitu pula guru dapat mengarahkan siswa untuk beraktifitas dalam berbagai bidang.
(c). Mendidik melalui permainan atau permainan sebagai sarana belajar.Dengan bermain, siswa tidakakan merasakan adanya tekanan dan keterpaksaan tidak pula terkait oleh peraturan yang kaku sehingga menghalangi kebebasan mereka untuk berafresiasi mengaktualisasikan bakat dan keinginan mereka.
(d). Menerapkan prinsip kebebasan yang rasional dalam proses belajar mengajar tampa membebani pelajar dengan berbagai perintah atau larangan yang mereka butuhkan.
(e). memberi motifasi para pelajar untuk berbuat agar merasa senang dan tidak terbebani
Dari faktor faktor tersebut diatas, jelas akan mempengaruhi hasil belajar siswa, apabila memang guru sebagai pengajar lebih arif dan bijaksana mencermati kelebihan dan kekurangan siswa dan tidak memaksakan kehendak maka tentu keberhasilan seorang guru dalam menyampaikan materi akan tercapai.
Mengingat hal tersebut, kami berupaya mencari tahu tentang sejauh mana peran poto atau alat peraga dalam pembelajaran perubahan sosial pelajaran IPS kelas 9 semester ganjil bila dibandingkan dengan tidak menggunakan alat peraga yang berupa poto. Dengan menggunakan metode berbagai teori pengalaman yang diambil dari sumber sumber buku maka dapat disimpulkan.pengaruh poto atau alat peraga yaitu dapat meningkatkan nilai atau pengetahuan siswa di kelas 9.


B. Kerangka Berpikir










- Berdasarkan pengalaman peneliti, saat menyampaikan materi perubahan sosial dengan tidak menggunakan alat peraga berupa poto poto banyak siswa yang tidak bisa atau tidak memahami.
- Sebagai salah satu upaya mengatasi masalah tersebut, adalah dengan menggunakan alat peraga berupa poto poto atau gambar yang diambil dari koran uantuk memperjelas masalah yang dibahas

BAB III
METODE PENELITIAN TINDAKAN
A. Gambaran umum penelitian
Penelitian tindakan ini dilakukan padabulan Oktober – Nopember 2009 di kelas IX A, D, H. di SMP Negeri 2 Katapang tahun pelajaran 2009-2010.penelitian ini dilakukan dua siklus dimana masing masing siklus dilaksanakan selama 1 kali pertemuan (2 X 40 Menit ) pelaksanaan penelitian ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang berlaku pada semester 1.
B. Subyek dan Obyek Penelitian
1. Subyek peneliti
Subyek pada peneliti an tindakan kelas adlah:
Nama : Acep Abud Burhani,S.Pd
NIP : 19710117 199702 1001
Pangkat Golongan : Pembina / IV a
Unit kerja : SMP Negeri 2 Katapang
Jabatan : Guru Mata Pelajaran IPS
Pada pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini.peneliti melakukan kolaborasi dengan rekan pengajar kelas 9 Amung Sutisna, S.Pd dan Dewi Ferni Y,SE. Berperan sebagaipengamat/observer dalam penelitian tindakan kelas ini.
2. Obyek Peneliti
Sebagaiobyek PTK adalah Kelas IX A,D dan H SMPN 2 Katapang Kabupaten Bandung tahun pelajaran 2009-2010( data siswa telampir.
C. Lokasi dan JadwalPenelitian
1. Loksi penelitian
Lokasi penelitian yang dipilih adalah SMP Negeri 2 Katapang karena tempat tersebut merupakan tempat mengajar dimana penelitimelaksanakan tugas. Sebagai guru.
2. Jadwal Penelitian
Langkah dan jadwal penelitian Tindakan Kelas disusun sebagaimana yang terlihat padatabeldibawah ini, adalah
1. Rencana Penelitian
i. Setting dan Subyek Penelitian
Sekolah yang dijadikan tempat penelitian adalah siswa SMPN 2 Katapang Kabupaten Bandung, dengan jumlah kelas yang diteliti 6 dari 10 kelas seluruh kelas 9 . Penelitian ini dilaksanakan pada tahun pelajaran 2009/2010,
ii. Faktor yang diamati
Untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan dalam penelitian, ada beberapa faktor yang akan di teliti yaitu :
1. Faktor guru, yaitu mengamati aktivitas guru-guru selama proses Belajar mengajar Materi Perubahan Sosial dimasyarakat, keterampilan guru dalam pembuatan media poto, kemampuan guru dalam melakasanakan PBM..
2. Faktor hasil yang dinginkan , yaitu menganalisis pengaruh Media alat peraga gambar atau poto Perubahan Sosial dimasyarakat terhadap kualitas proses pembelajaran
iii. Alat pengumpulan data
1. Lembar obervasi, digunakan untuk mencatat aktifitas guru selama kegiatan Kegiatan belajar mengajar berlangsung
2. Lembar analisis hasil nilai yang didapat siswa ketika guru menerangkan tidak pakai gambar poto dengan mengunakan gambar atau poto perubahan sosial dimasyarakat
iv. Teknik pengumpulan data
1. Kualitatif, pengamatan aktivitas guru-guru IPS Kelas 9 di SMPN 2 Katapang, yang berorientasi pada materi Perubahan Sosial dimasyarakat dengan menggunakan gambar dan Foto.
2. Kuantitatif, analisis hasil

No Kelas Menerangkan Materi Perubahan Sosial sebelum pakai gambar dan poto Menerangkan Materi Perubahan Sosial setelah pakai gambar dan poto
1 9 A 60 % 89 %
2 9 B 71 % 96 %
3 9 C 59% 76 %
4 9 D 80% 97%
5 9 E 65 % 95 %
6 9 F 75% 97 %


v. Teknik pengolahan data
Data yang diperoleh dianalisis dengan merujuk pada teknik analisis yaitu interpretasi data hasil observasi, hasil analisis kegiatan
Rentang nilai Kualifikasi
> 80 % Sangat baik
60 – 79,9 % Baik
40 – 59,9 % Cukup
20 – 39,9 %
< 20 % Kurang
Sangat kurang

I.Prosedur Penelitian
Langkah awal adalah observasi awal untuk mencari sumber permasalahan yang terjadi dilapangan, kemudian mengidentifikasi masalah, yang selanjutnya dirumuskan menjadi permasalahan penelitian yang spesifik. Setelah itu selanjutnya adalah tahapan penelitian tindakan sekolah yaitu :
b. Siklus pertama
i. Perencanaan
- merumuskan tindakan untuk mengatasi masalah
- membuat model pertemuan dengan instrumen penelitian
ii. menerapkan model kegiatan untuk pengambilan data yang diperlukan
1. mengobervasi aktivitas guru selama kegiatan
iii. melakukan refleksi atas tindakan yang telah dilaksanakan di siklus pertama
c. Siklus kedua
i. Perencanaan
- mengidentifikasi permasalahan yang sudah dan belum terpecahkan disiklus pertama
- merumuskan tindakan untuk mengatasi masalah
- menentukan tindakan/ model pertemuan berikutnya dengan instrumen penelitian
ii. menerapkan model kegiatan untuk pengambilan data yang diperlukan
1. mengobervasi aktivitas guru selama kegiatan dan pelaksanaan
iii. melakukan refleksi atas tindakan yang telah dilaksanakan di siklus kedua
iv. Menelaah/menganalisis semua data yang telah terkumpul
v. Pengakatagorian dan pengklasifikasian data
vi. Menyimpulkan hasil temuan
vii. Refleksi dari semua tindakan yang telah dilakukan
J.Jadwal Kegiatan
No Kegiatan Bulan Ket
Agst Sept Oktober Nop Januari Pebruari
1 Pengempulan Data x
2 Siklus pertama
Pertemuan Guru MPIPS Kelas 9 :
- perencanaan
- Pelaksanaan PTK
- Membuat laporan x



x






x

3 Siklus kedua
Pertemuan MP IPS Kelas 9 :
-perencanaan
- pelaksanaan PTK
- membuat laporan
- Refleksi keseluruhan


X

X







X

x


K. Daftar Pustaka
a. ____________, 2004, Pemberdayaan MGMP, Direktorat Pendidikan Menengah, Jakarata
C. Kardiawarman, Ph.D, 2001, Penelitian Tindakan Kelas, IKIP Bandung
D. Suharsimi, 2007, Penelitian Tindakan Sekolah, Makalah pada Bimbingan dan Teknik KTI bagi Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah, Direktorat PMPTK Departemen Pendidikan Nasional











KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah pembuatan proposal penelitian tindakan sekolah (PTS) telah selesai dibuat. Proposal ini dibuat untuk memberdayakan Guru MP IPS di SMPN 2 Katapang agar termotivasi melaksanakan PTK dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, dan meningkatkan kerja sama antar teman sejawat. Saya haturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang terhormat :

1. Kepala Sekolah, para WKS, guru-guru, dan staf serta Komite Sekolah SMPN 2 Katapang telah bermitra kerja kooperatif untuk terselenggaranya PTS

semoga Allah swt melimpahkan pahala yang berlipat ganda kepada semuanya. Amin.
Saran dan kritik sangat saya nantikan untuk perbaikan proposal ini. Terima kasih


Bandung, Juli 2009
Penyusu

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGEASAHAN i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
A. Judul 1
B. Latar Belakang Masalah 1
C. Rumusan Masalah 1
D. Pemecahan Masalah 1
E. Tujuan Penelitian 1
F. Manfaat Penelitian 1
G. Kajian Teori 2
H. Rencana dan Prosedur Penelitian 2
I. Prosedur Penelitian 3
J. Jadwal Kegiatan 4
K. Daftar Pustaka 4
Lampiran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar