Sabtu, 16 Juli 2011

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN. IPS SMK KELAS XII

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)


IPS



SEMESTER I


KELAS 12





SMK PENIDA 2

KABUPATEN BANDUNG
2011-2012


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah : SMK Penida 2 Katapang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : Memahami Struktur Sosial serta Berbagai Faktor
Penyebab Konflik dan Mobilitas Sosial
Kode Kompetensi : 5
Kompetensi Dasar : 5.1. Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 x pertemuan)



1. Tujuan Pembelajaran

1. Menjelaskan pengertian struktur sosial
2. Menyebutkan unsur unsur pembentuk struktur sosial
3. Menjelaskan ciri-cirinya struktur sosial
4. Menjelaskan benttuk bentuk struktur sosial
5. Mendeskripsikan struktur sosial menurut fungsi

2. Materi Ajar

1. Pengertian struktur sosial
2. unsur unsur pembentuk struktur social
a. status social adalah posisi atau kedudukan yang disandang seseorang dalam masyarakat.
Jenis jenis status social Dibagi 3 diantanyanya adalah Ascriebed Status, Achieved status dan Assigned Status.
Konplik Satus social diantaranya adalah bersifat individu, antar individu, antar kelompok.
b. Peran social adalah adalah pola sikap dan prilaku yang harus diperbuat seseorang sesuai dengan status social yang disandangnya dalam masyarakat.
3. bentuk bentuk struktur social diabagi menjadi 2 diantanya adalah
a. Strtifikasi Sosial
1. Pengetian Strtifikasi Sosial pelapisan masyarakat berdasarkan tingkatan atau kelas social.
2. Factor pembentuk Strtifikasi Sosial
3. Sifat Strtifikasi Sosial
4. Bentuk bentuk Strtifikasi Sosial
5. Strtifikasi Sosial dalam Masyarakat Indonesi
b. Diferensi Sosial
1. Hakekat diferensi social
2. Bentuk bentuk diferensi social
3. Pengaruh diferensi social
4. Struktur sosial menurut fungsi

2.2 Fungsi dan bentuk struktur sosial

3. Metoda Pembelajaran

1. Ceramah Bervariasi
2. Diskusi Kelas
3. Pemberian Tugas


4. Sumber Belajar

1. Buku-buku pegangan sosiologi SLTA
2. Koran
3. Majalah
4. Kliping
5. Lingkungan sekitar


5 Kegiatan Pembelajaran

A. Pertemuan 1:
• Kegiatan awal (apersepsi) : 15 menit
- Tanya jawab berbagai hal tentang masyarakat dan struktur sosial
- Menyelesaikan KD tuntunan pembelajaran, penilaian dan kegiatan belajar.
• Kegiatan Inti : 60 menit
- Ditampilkan skema/bagan tentang pengertian struktur sosial
- Menjelaskan struktur sosial
- Tanya Jawab yang berhubungan dengan tema dan skema
- Pembagian kelompok (6-8,7 orang) dan tema diskusi
1. Kel I
Membahas Mengenai pengertian struktur social
2. Kel II
Membahas posisi atau kedudukan yang disandang seseorang dalam masyarakat.
3. Kel III
Mambahas Jenis jenis status social
4. Kel IV :
Membahas Konplik Satus social
5. Kel V
Membahas Peran social

Melaui studi literatur masing masing kelompok mendiskusiakan dan merumuskan berbagai kajian yang dibahas dalam kelompok masing masing dan Persentasi hasil diskusi kelompok oleh perwakilan kelompok
• Kegiatan Akhir ( Penutup ) : 15 menit
- Kesimpulan bersama dari refleksi  membuat pola pikiuran tentang konsep
- Pemberian tugas individu/ kelompok mencari kasus dari media massa (kliping)
- Tentang berbagai kasus kerah disintegrasi bangsa di dalam negeri/luar negeri

B. Pertemuan II:
• Kegiatan awal (apersepsi) : 15 menit
- Tanya jawab berbagai hal tentang masyarakat dan bentuk struktur social
- Menyelesaikan KD tuntunan pembelajaran, penilaian dan kegiatan belajar.
• Kegiatan Inti : 60 menit
- Ditampilkan skema/bagan tentang pengertian struktur sosial
- Menjelaskan struktur sosial
- Tanya Jawab yang berhubungan dengan tema dan skema
- Pembagian kelompok (6-8,7 orang) dan tema diskusi
1. Kel I
Membahas Mengenai ciri ciri Strtifikasi Sosial
2. Kel II
Membahas Pengetian Strtifikasi Sosial pelapisan masyarakat berdasarkan tingkatan atau kelas social.
3. Kel III
Mambahas Factor pembentuk Strtifikasi Sosial dan Sifat Strtifikasi Sosial
4. Kel IV :
Membahas Bentuk bentuk Strtifikasi Sosial
5. Kel V
Membahas Strtifikasi Sosial dalam Masyarakat Indonesia
6. Kel V I
Diferensi Sosial

Melaui studi literatur masing masing kelompok mendiskusiakan dan merumuskan berbagai kajian yang dibahas dalam kelompok masing masing dan Persentasi hasil diskusi kelompok oleh perwakilan kelompok
• Kegiatan Akhir ( Penutup ) : 15 menit
- Kesimpulan bersama dari refleksi  membuat pola pikiuran tentang konsep
- Pemberian tugas individu/ kelompok mencari kasus dari media massa (kliping)
- Tentang berbagai kasus kerah disintegrasi bangsa di dalam negeri/luar negeri






6. Penilaian Hasil Belajar

6.1. Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

6.2. Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay


6.3. Butir-butir Soal :

1. Apa yang di aksud dengan Struktur social
2. Sebutkan dua unsur pembentuk struktur social
3. Sebutkan pengetian diferensiasi social dan stratifikasi social
4. Sebutkan kriteria yang dijadikan dasar difewrensi social
5. Tujukan contoh stratifikasi social dalam mayarakat industry
6. Jelaskan pengaruh diferensi social terhadap interseksi dan konsolidasi social
7. Sebutkan contoh interseksi social antara suku bangsa dengan partai politik
8. Sebutkan pula contoh konsolidasi social antara suku bangsa dengan agama, propesi dan partai politik
9. Jelaskan istilah istilah
a. Struktur social
b. stratifikasi social
c. diferensiasi social
d. interseksi social
e. konsolidasi social
10. jelaskan pengaruh deferensi social terhadap Interseksi dan konsolidasi Sosial di masyarakat




Katapang, Juli 2011
Mengetahui,
Kepala SMK Penida 2 Katapang Guru Mata Pelajaran,





Drs. Agus Rukmantara, M.MPd A. Abud Burhani,S.Pd
Nip. 19650301 200003 1003


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah : SMK Penida 2 Katapang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : Memahami Struktur Sosial serta Berbagai Faktor
Penyebab Konflik dan Mobilitas Sosial
Kode Kompetensi : 5
Kompetensi Dasar : 5.2 Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat
Alokasi Waktu : 8 x 45 menit (4 x pertemuan)


1. Tujuan Pembelajaran

a. Menjelaskan pengertian konplik Sosial
b. Menyebutkan jenis jenis Konplik Sosial di masyarakat
c. Menyebutkan factor factor penyebab Konflik Sosial
d. Menyebutkan bentuk pengendalian Konflik Sosial
e. Menklasifikasikan Dampak Konflik Sosial

2. Materi Ajar

a. Pengertian konflik Sosial adalaah pertentangan yang terjadi dalam masyarakat.
b. Jenis-jenis Konplik Sosial di masyarakat
Diantaranya adalah:
- Konflik antar individu dengan individu
- Kelompok dengan kelompok
- Antar ras
- Antar kelas social
- Antar ellite politik

c. Faktor-factor penyebab Konflik Sosial
- Perbedaan kepentingan dan pandangan hidup
- Perbedaan nilai dan norma social
- Perbedaan nilai nilai kebudayaan
- Perbedaan status dan peran social
- Pengaruh perubahan unsur unsur kebudayaan

d. Bentuk bentuk pengendalian Konflik Sosial
- Pengertian pengendalian social
- Cakupan pengendalian social
- Sifat sifat penegndalian Sosial
- Teknik pengendalian Sosial
- Bentuk bentuk pengendalian Sosial
- Peran lembaga pengendalian social
- Menghindari sikap main hakim sendiri
e. Dampak Konflik Sosial
- Contoh Kasus konflik antar etnis
- Contoh kasus konplik antar entis dan agama
-



3. Metoda Pembelajaran

a. Ceramah Bervariasi
b. Diskusi Kelas
c. Pemberian Tugas


4. Sumber Belajar

a. Buku-buku Sosiologi
b. Buku-buku pegangan sosiologi SLTA
c. Koran
d. Majalah
e. Kliping
f. Lingkungan sekita


5. Kegiatan Pembelajaran
A. Pertemuan 1:
• Kegiatan awal (apersepsi) : 15 menit
- Tanya jawab berbagai hal tentang masyarakat dan Konflik sosial dimasyarakat
- Menyelesaikan KD tuntunan pembelajaran, penilaian dan kegiatan belajar.
• Kegiatan Inti : 60 menit
- Ditampilkan skema/bagan tentang pengertian Konflik sosial
- Menjelaskan Konflik social yang timbul dimasyarakat
- Tanya Jawab yang berhubungan dengan tema dan skema
- Pembagian kelompok (6-8,7 orang) dan tema diskusi
1. Kel I
Membahas konflik Sosial adalah pertentangan yang terjadi dalam masyarakat.
2. Kel II
Membahas Jenis-jenis Konflik Sosial di masyarakat 1. Konflik antar individu dengan individu 2. Kelompok dengan kelompok

3. Kel III
Mambahas Jenis-jenis Konflik Sosial di masyarakat
- Antar ras
- Antar kelas social
- Antar ellite politik

4. Kel IV :
Membahas Faktor-factor penyebab Konflik Sosial
- Perbedaan kepentingan dan pandangan hidup
- Perbedaan nilai dan norma social
5. Kel V
Membahas Faktor-factor penyebab Konflik Sosial
- Perbedaan nilai nilai kebudayaan
- Perbedaan status dan peran social
- Pengaruh perubahan unsur unsur kebudayaan


Melaui studi literatur masing masing kelompok mendiskusiakan dan merumuskan berbagai kajian yang dibahas dalam kelompok masing masing dan Persentasi hasil diskusi kelompok oleh perwakilan kelompok
• Kegiatan Akhir ( Penutup ) : 15 menit
- Kesimpulan bersama dari refleksi  membuat pola pikiuran tentang konsep
- Pemberian tugas individu/ kelompok mencari kasus dari media massa (kliping)
- Tentang berbagai kasus kerah disintegrasi bangsa di dalam negeri/luar negeri

B. Pertemuan II:
• Kegiatan awal (apersepsi) : 15 menit
- Tanya jawab berbagai hal tentang masyarakat dan bentuk struktur social
- Menyelesaikan KD tuntunan pembelajaran, penilaian dan kegiatan belajar.
• Kegiatan Inti : 60 menit
- Ditampilkan skema/bagan tentang pengertian struktur sosial
- Menjelaskan struktur sosial
- Tanya Jawab yang berhubungan dengan tema dan skema
- Pembagian kelompok (6-8,7 orang) dan tema diskusi
1. Kel I
Membahas bentuk bentuk pengendalian Konflik Sosial
- Pengertian pengendalian social
- Cakupan pengendalian social

2. Kel II
Membahas bentuk bentuk pengendalian Konflik Sosial.
- Sifat sifat penegndalian Sosial
- Teknik pengendalian Sosial

3. Kel III
Mambahas bentuk bentuk pengendalian Konflik Sosial
- Peran lembaga pengendalian social
- Menghindari sikap main hakim sendiri
4. Kel IV :
Dampak Konflik Sosial
- Contoh Kasus konflik antar etnis
- Contoh kasus konplik antar entis dan agama

Melaui studi literatur masing masing kelompok mendiskusiakan dan merumuskan berbagai kajian yang dibahas dalam kelompok masing masing dan Persentasi hasil diskusi kelompok oleh perwakilan kelompok
• Kegiatan Akhir ( Penutup ) : 15 menit
- Kesimpulan bersama dari refleksi  membuat pola pikiuran tentang konsep
- Pemberian tugas individu/ kelompok mencari kasus dari media massa (kliping)
- Tentang berbagai kasus kerah disintegrasi bangsa di dalam negeri/luar negeri
C. Pertemuan III:
• Kegiatan awal (apersepsi) : 15 menit
- Tanya jawab berbagai hal tentang masyarakat dan bentuk struktur social
- Menyelesaikan KD tuntunan pembelajaran, penilaian dan kegiatan belajar.
• Kegiatan Inti : 60 menit
- Ditampilkan skema/bagan tentang pengertian struktur sosial
- Menjelaskan struktur sosial
- Tanya Jawab yang berhubungan dengan tema dan skema
- Pembagian kelompok (6-8,7 orang) dan tema diskusi
1. Kel I
Membahas bentuk bentuk pengendalian Konflik Sosial
- Pengertian pengendalian social
- Cakupan pengendalian social

2. Kel II
Membahas bentuk bentuk pengendalian Konflik Sosial.
- Sifat sifat penegndalian Sosial
- Teknik pengendalian Sosial

3. Kel III
Mambahas bentuk bentuk pengendalian Konflik Sosial
- Peran lembaga pengendalian social
- Menghindari sikap main hakim sendiri
4. Kel IV :
Dampak Konflik Sosial
- Contoh Kasus konflik antar etnis
- Contoh kasus konplik antar entis dan agama

Melaui studi literatur masing masing kelompok mendiskusiakan dan merumuskan berbagai kajian yang dibahas dalam kelompok masing masing dan Persentasi hasil diskusi kelompok oleh perwakilan kelompok
• Kegiatan Akhir ( Penutup ) : 15 menit
- Kesimpulan bersama dari refleksi  membuat pola pikiuran tentang konsep
- Pemberian tugas individu/ kelompok mencari kasus dari media massa (kliping)
- Tentang berbagai kasus kerah disintegrasi bangsa di dalam negeri/luar negeri



6. Penilaian Hasil Belajar

6.4. Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

6.5. Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay


6.6. Butir-butir Soal :
1. Apa hakikat konplik social?
2. Sebutkan macam macam konflik social
3. Sebutkan factor penyebab terjadinya konflik social
4. Tunjukan contoh bahwa perbedaan status social dapat menimbulkan konplik social
5. Sebutkan contoh konflik rasial yang perah terhjadi di Indonesia
6. Sebutkan penegertian pengendalian social
7. Tuliskan bentuk bentuk penegndalian social
8. Sebutkan sifat dan teknik teknik penegndalian social
9. Jelaskan bahwa hukuman merupakan teknik penegndalian social yang paling efektif
10. Tunjukan contohn peran agama dalam penegndalian social
11. Apabila lembaga pengendalian social tidak berperan maka akan terjadi jelaskan dengan pendapatmu!




Katapang, Juli 2011
Mengetahui,
Kepala SMK Penida 2 Katapang Guru Mata Pelajaran,





Drs. Agus Rukmantara, M.MPd A. Abud Burhani,S.Pd
Nip. 19650301 200003 1003


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah : SMK Penida 2 Katapang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : Mendeskripsikan Kelompok Sosial dalam Masyarakat
Multikultural
Kode Kompetensi : 6
Kompetensi Dasar : 6.1. Mendeskripsikan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Indikator : - Kelompok sosial dijelaskan berdasarkan
Pengertiannya
- Masyarakat multikultural dideskripsikan berdasarkan pengertiannya
- Kelompok sosial dan masyarakat multikultural dideskripsikan menurut hubungan yang ada

Alokasi Waktu : 8 x 45 menit (4 x pertemuan)


1. Tujuan Pembelajaran

a. Menjelaskan kelompok sosial berdasarkan pengertiannya
b. Mendeskripsikan masyarakat multikultural berdasarkan pengertiannya
c. Mendeskripsikan hubungan antara kelompok sosial dan masyarakat multikultural

2. Materi Ajar

a. Pengertian kelompok social
Menurut pendapat para ahli diantaranya adalah Sherif.

b. Pengertian masyarakat multicultural
1. Pengertian Masyarakat, meurut Koentjaraningrat, J.L Gillin, Djojodingoeno.
2. Penegrtian Masyarakat Multikultural
c. Kelompok sosial dan masyarakat multicultural
1. Perkumpulan Sosial
2. Komunitas
3. Golongan social
4. Katagori social
5. Masyarakat pedesaan dan perkotaan
a. Masyarakat pedesaan
Pengertian, menurut para ahli, stratifikasi masyarakat pedesaan
b. Masyarakat Perkotaan Penegertian perkotaan, asfek masyarakat perkotaan
c. Perbedaan masyarakat perkotaan dan pedesaan
- Prilaku
- Teknologi
- Lembaga dan pranata social
6. Masyarakat Tradisional dan Modern
a. Ciri masyarakat tradisional
b. Ciri masyarakat moderrn



3. Metoda Pembelajaran

a. Ceramah Bervariasi
b. Diskusi Kelas
c. Pemberian Tugas

4. Sumber Belajar

a. Buku-buku pegangan sosiologi SLTA
b. Koran/majalah
c. Kliping
d. Lingkungan sekita



5. Kegiatan Pembelajaran


Langkah-langkah Pembelajaran
A. Pertemuan pertana

a. Pendahuluan
Apersepsi : 15 menit
- Tanya jawab materi sebelumnya yaitu mengenai konflik Sosial
- Menjelaskan KD Tujuan pembinaan dan kegiatan belajar
- Informasi tujuan pembelajaran kepada peserta didik melalui bagan yang telah di persiapkan sebelumnya
b. Kegiatan Inti : 60 menit
- Sekilas tentang masalah kelompok social yang terdapat di masyarakat sekitar siswa dan sekolah serta dapat memberi gambaran pentingnya peranan kelompok sosial dalam kehidupan
- Siswa melakukan studi Literatur tentang materi
- Pembelajaran yang disampaikan
o Siswa diminta berpasangan dengan teman sebangkunya untuk berdiskusi menguatkan pemahaman materi pengertian kelompok social,pengertian masyarakat Multikultural menurut para ahli
o Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok diajak untuk mengemukakan hasil kajiannya.
o Guru memberikan LKS untuk dikerjakan secara kelompok (2 orang) dan hasilnya dilaporkan kepada Guru.
c. Kegiatan Akhir (Penutup)
- Kesimpulan dan refleksi
- Munculnya pemahaman kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga Negara untuk mengenal kelompok social
- Penilaian proses
- Penugasan kelompok/individu untuk materi lanjutan tentang contoh kelompok sosial

B. Pertemuan Ke II

Kegiatan awal (apersepsi) : 15 menit
• Tanya jawab materi sebelumnya dan tindak lanjut mengenai tugas pertemuan sebelumnya
o contoh kelompok sosial
• Informasi KD, tujuan, penilaian dan kegiatan pembelajaran
Kegiatan Inti I (Pertemuan) : 60 menit
• Pembagian kelompok (5-6 orang)/ kelompok
• Setiap kelompok membahas Kelompok sosial dan masyarakat multicultural yang dipilih dan dipersiapkan dalam diskusi mengenai
1. Perkumpulan Sosial
2. Komunitas
3. Golongan social
4. Katagori social

• Guru memberikan petunjuk tugas kelompok kepada masing-masing kelompok
• Setiap kelompok membahas/mendiskusikan dan merumuskan hasil diskusinya dalam lembar kerja untuk dilaporkan kepada Guru
• Guru membimbing siswa melalui kerja kelompoknya untuk menuangkan hasil kerja setiap kelompok kedalam bentuk simulasi yang siap diperagakan di depan kelas
• Guru memberikan LKS yang dikerjakan oleh kelompok
• Guru meberikan evaluasi dan penguatan berupa klarifikasi terhadap laporan dan jawaban siswa.

Kegiatan Akhir ( Penutup ) : 15 menit
• Kesimpulan dan refleksi (mengajukan penilaian,pengalaman dan pembelajaran siswa)
• Penugasan kelompok Mengenai Perbedaan masyarakat Kota dan Desa

C. Pertemuan Ke III

Kegiatan awal (apersepsi) : 15 menit
• Tanya jawab materi sebelumnya dan tindak lanjut mengenai tugas pertemuan sebelumnya
o Perkumpulan Sosial yang dihubungkan dengan Perbedaan masyarakat Kota dan Desa
• Informasi KD, tujuan, penilaian dan kegiatan pembelajaran
Kegiatan Inti I (Pertemuan) : 60 menit
• Pembagian kelompok (5-6 orang)/ kelompok
• Setiap kelompok membahas Kelompok sosial dan masyarakat multicultural yang dipilih dan dipersiapkan dalam diskusi mengenai
Masyarakat pedesaan dan perkotaan
a. Masyarakat pedesaan
b. Pengertian, menurut para ahli, stratifikasi masyarakat pedesaan
c. Masyarakat Perkotaan Penegertian perkotaan, asfek masyarakat perkotaan
d. Perbedaan masyarakat perkotaan dan pedesaan
- Prilaku
- Teknologi
- Lembaga dan pranata social
Masyarakat Tradisional dan Modern
c. Ciri masyarakat tradisional
d. Ciri masyarakat moderrn

• Guru memberikan petunjuk tugas kelompok kepada masing-masing kelompok
• Setiap kelompok membahas/mendiskusikan dan merumuskan hasil diskusinya dalam lembar kerja untuk dilaporkan kepada Guru
• Guru membimbing siswa melalui kerja kelompoknya untuk menuangkan hasil kerja setiap kelompok kedalam bentuk simulasi yang siap diperagakan di depan kelas
• Guru memberikan LKS yang dikerjakan oleh kelompok
• Guru meberikan evaluasi dan penguatan berupa klarifikasi terhadap laporan dan jawaban siswa.

Kegiatan Akhir ( Penutup ) : 15 menit
• Kesimpulan dan refleksi (mengajukan penilaian,pengalaman dan pembelajaran siswa)
• Penugasan kelompok


6. Penilaian Hasil Belajar

6.1. Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

6.2. Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay


6.3. Butir-butir Soal :

1. Jelaskan penertian kelompok social menurut Sherif
2. Apa yang dimaksud dengan Masyarakat
3. Bagaimana pendapat kalian mengapa dimasarakat terjadi perubahan social dalam kehidupan sehari hari
4. Jelaskan perbedaan anatara golongan social dengan katagori social
5. Jelaskan perbedaan antara kelompok dengan perkumpulan
6. Jelaskan perbedaan masyarakat pedesaan dengan perkotaan
7. Jelaskan perbedaan antara masyarakat tradisional dengan masyarakat modern
8. Sebutkan ciri ciri masyarakat perkotaan
9. Sebutkan ciri ciri masyarakat pedesaan
10. Apa yang dimaksud dengan masyarakat multikultular
11. Sebutkan istilah istilah dibawah ini
a. Multicultural
b. Kelompok social
c. Golongan social
d. Katagori social
e. Public
f. Tradisional
g. Sekulerisme
h. Matrialisme
i. Modernism
j. Feodalisme.


Katapang, Juli 2011
Mengetahui,
Kepala SMK Penida 2 Katapang Guru Mata Pelajaran,





Drs. Agus Rukmantara, M.MPd A. Abud Burhani,S.Pd
Nip. 19650301 200003 1003


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMK Penida 2 Katapang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : Mendeskripsikan Kelompok Sosial dalam Masyarakat
Multikultural
Kode Kompetensi : 6
Kompetensi Dasar : 6.2. Mendeskripsikan perkembangan kelompok sosial
dalam masyarakat multikultural
Indikator : - Masyarakat multikultural dideskripsikan menurut faktor penyebabnya
- Masyarakat multikultural di Indonesia diidentifikasi berdasarkan karakteristiknya
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 x pertemuan)



1. Tujuan Pembelajaran

a. Menjelaskan proses pembentukan kelompok sosial
b. Menjelaskan syarat syarat pembentukan Kelompok Sosial
c. Mendeskripsikan perkembangan kelompok Sosial
d. Mendeskripsikan dinamika kelompok sosial


2. Materi Ajar

a. Pengertian pembentukan kelompok social dalam masyarakat multicultural
b. Proses pembentukan Kelompok Sosial
c. Syarat syarat pembentukan Kelompok Sosial
d. Perkembangan kelompok Sosial
1. Perubahan kelompok Sosial
2. Ciri ciri kelompok social
- Motif motif yang sama
- Reaksi dan kecakapan berlainan
- Penegasan struktur kelompok

e. Dinamika kelompok social
1. Ekperimen pertama
- Hipotesis ekperimen
- Jalannya ekperimen
- Hasil ekperimen
2. Ekprerimn ke dua tentang penggeseran antar kelompok
- Situasi pertama
- Situasi kedua
- Sitiasi ke tiga
f.

3. Metoda Pembelajaran

a. Ceramah Bervariasi
b. Diskusi Kelas
c. Pemberian Tugas

4. Sumber Belajar

a. Buku-buku Sosiologi
b. Buku-buku pegangan sosiologi SLTA
c. Koran/majalah
d. Kliping
e. Lingkungan sekitar


5. Kegiatan Pembelajaran
A. Pertemuan I

• Pendahuluan
Apersepsi :
- Bisa meceritakan perbedaan masyarakat kota dengan masyarakat Desa
- Tanya jawab materi sebelumnya
- Menyelesaikan indikator penilaian dan kegiatan belajar
• Kegiatan Inti
- Pembagian kelompok dan tugas untuk masing-masing kelompok
- Kelompok I : membahas pembentukan kelompok social dalam masyarakat multicultural dan Proses pembentukan Kelompok Sosial
- Kelompok II : membahas Syarat syarat pembentukan Kelompok Sosial
- Kelompok III : Perubahan kelompok Sosial
- Kelompok IV : Ciri ciri kelompok social
- Melalui studi literature masing-masing kelompok mendiskusikan tema bahan kajian
- Merumuskan hasil diskusi kelompok dan mengkomunikasikannya sehingga setiap anggota inti dapatkan pemahaman yang sama
- Setiap kelompok mengirimkan 2 orang anggota untuk memasuki masing-masing kelompok sehingga terbentuk kelompok gabungan
- Setiap kelompok (gabungan) merumuskan seluruh bahan kajian I s.d. IV dan siap siap dipresentasikan serta dibuat laporan tertulis.
- Guru secara acak menunjuk siswa di setiap kelompok untuk mempresentasikan bahan kajian diskusi
• Kegiatan Akhir ( Penutup )
- Kesimpulan bersama dan refleksi
- Guru menguatkan kesimpulan melalui skema/bagan
- Pembuatan Program
- Pemberian tugas untuk pertemuan lanjutan
B. Pertemuan II

• Pendahuluan
Apersepsi :
- Bisa meceritakan perbedaan pembentukan kelompok Sosial masyarakat
- Tanya jawab materi sebelumnya
- Menyelesaikan indikator penilaian dan kegiatan belajar
• Kegiatan Inti
- Pembagian kelompok dan tugas untuk masing-masing kelompok
- Kelompok I : membahas Dinamika kelompok social
- Hipotesis ekperimen
- Jalannya ekperimen
- Hasil ekperimen
- Kelompok II: membahas Ekprerimn ke dua tentang penggeseran antar kelompok

- Situasi pertama
- Situasi kedua
- Sitiasi ke tiga

- Melalui studi literature masing-masing kelompok mendiskusikan tema bahan kajian
- Merumuskan hasil diskusi kelompok dan mengkomunikasikannya sehingga setiap anggota inti dapatkan pemahaman yang sama
- Setiap kelompok mengirimkan 2 orang anggota untuk memasuki masing-masing kelompok sehingga terbentuk kelompok gabungan
- Setiap kelompok (gabungan) merumuskan seluruh bahan kajian I s.d. IV dan siap siap dipresentasikan serta dibuat laporan tertulis.
- Guru secara acak menunjuk siswa di setiap kelompok untuk mempresentasikan bahan kajian diskusi
• Kegiatan Akhir ( Penutup )
- Kesimpulan bersama dan refleksi
- Guru menguatkan kesimpulan melalui skema/bagan
- Pembuatan Program
- Pemberian tugas untuk pertemuan lanjutan




6. Penilaian Hasil Belajar

Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay


Butir-butir Soal :

1. Apa yang mendorong manusia hidup berkelompok
2. Apa yang dimaksud dengn manusia sebagai mahluk social
3. Tunjukan contohnya bahwa hidup manusia saling ketergantungan
4. Jelaskan proses terbentuknya kelompok social
5. Tunujukan contoh banhwa kelompok social mengalami perkembangan
6. Berikan contoh kelompok social yang ternbebtuk secara sengaja
7. Apa ciri masyarakat multicultural
8. Sebutkan sebab sebab perkumpulan social
9. Jelaskan istilah istilah dibwaha ini
a. Masyarakat
b. Multicultural
c. Komunitas
d. Katagori social
e. Golongan social



Katapang, Juli 2011
Mengetahui,
Kepala SMK Penida 2 Katapang Guru Mata Pelajaran,





Drs. Agus Rukmantara, M.MPd A. Abud Burhani,S.Pd
Nip. 19650301 200003 1003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Nama Sekolah : SMK Penida 2 Katapang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : Mendeskripsikan Kelompok Sosial dalam Masyarakat
Multikultural
Kode Kompetensi : 6
Kompetensi Dasar : 6.3. Mendeskripsikan keanekaragaman kelompok
sosial dalam masyarakat multikultural
Indikator : - Solidaritas mekanik dan solidaritas organik dijelaskan menurut pendapat Durkheim
- Gemeinschaft dan gesselschaft dijelaskan menurut pendapat F. Tonnies
- Kelompok primer dan kelompok sekunder dijelaskan menurut pendapat C.H. Cooley dan E. FarrisIn-group dan out-group dijelaskan menurut pendapat W.G. Sumner
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 x pertemuan)


1. Tujuan Pembelajaran

a. Menjelaskan solidaritas mekanik dan solidaritas organik menurut Durkheim
b. Menjelaskan kolektif dalam masyarakat oerganik
c. Menjelaskan gemeinschaft dan gesselschaft menurut F. Tonnies
d. Menjelaskan kelompok primer dan kelompok sekunder menurut C.H Cooley dan E. Farris
e. Menjelaskan In-Group dan Out-Group menurut W.G Summer.


2. Materi Ajar

a. Solidaritas mekanik dan solidaritas organic
- Solidaritas Mekanik
- Solidaritas Organik
b. Kesadaran kolektif dalam masyarakat oerganik
c. Gemeinschaft dan gesselschaft menurut F. Tonnies
d. Kelompok primer dan kelompok sekunder menurut C.H Cooley dan E. Farris
e. In-group dan Out-group.


3. Metoda Pembelajaran

a. Ceramah Bervariasi
b. Diskusi Kelas
c. Pemberian Tugas


4. Sumber Belajar

a. Buku-buku Sosiologi
b. Buku-buku pegangan sosiologi SLTA
c. Koran
d. Majalah
e. Kliping
f. Lingkungan sekita

5. Kegiatan Pembelajaran

Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan I
a. Pendahuluan
Apersepsi : 15 menit
Tanya jawab materi sebelumnya mengenai masyarakat dan social
Menjelaskan KD Tujuan pembinaan dan kegiatan belajar
b. Kegiatan Inti : 60 menit
- Sekilas tentang keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
- Siswa melakukan studi Literatur tentang materi Pembelajaran yang disampaikan
- Siswa diminta berpasangan dengan teman sebangkunya untuk berdiskusi mengenai Solidaritas mekanik dan solidaritas organic
a. Solidaritas Mekanik
b. Solidaritas Organik
Kesadaran kolektif dalam masyarakat oerganik
- Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok diajak untuk mengemukakan hasil kajiannya.
- Guru memberikan LKS untuk dikerjakan secara kelompok (2 orang) dan hasilnya dilaporkan kepada Guru.
c. Kegiatan Akhir (Penutup)
Kesimpulan dan refleksi
Munculnya pemahaman mengenai solidaritas mekanik dan organic
Penilaian proses
Penugasan kelompok/individu untuk materi lanjutan (mencari alat peraga/lambang pengembangan nasionalisme anatra lain (bendera,teks Sumpah Pemuda Pahlawan Nsional, teks lagu-lagu wajib dan sebagainya.

Pertemuan II

Apersepsi :
1. Tanya Jawab Pengertian solidaritas mekanik dan organik
2. Informasi KD, dan teknik pembelajaran serta penilaian
3. Pembagian kelompok terdiri 8 – 10 orang dengan pembagian kerja sebagai berikut :
a. 1 orang ketua
b. 1 orang sekretaris
c. 2 orang petugas penukar
d. 1 orang juru bicara, yang lain team penyusun
e. 4 orang secara acak dipilih sebagai pengamat/penilai kinerja kelompok.
Kegiatan Inti : (1)
1. Siswa ditugaskan menyusun potongan kertas membentuk ukuran kertas folio.
2. Masing-masing kelompok mendapat bagian potongan kertas yang terlebih dahulu sudah dicampur.
3. Setiap kelompok menyusun dan menukarkan ke kelompok lain sesuai kebutuhan agar bisa membentuk kertas folio
4. Siswa yang boleh berjalan di dalam kelas hanya 2 orang dari masing- masing kelompok yang bertugas menukarkan.
5. Bagi kelompok yang sudah selesai memberi tahu kepada guru tentang kebenaran susunan tugas dan sekretaris menuliskan isi pada setiap potongan dipapan tulis.
6. Juru bicara secara bergiliran (dari setiap kelompok) menerangkan isi potongan kertas dan menentukan topik/tema,konsep dari gabungan potongan kertas.
7. Selama kegiatan berlangsung,dilakukan pengamatan dan penilaian oleh siswa yang diberi tugas,melalui (lembar pengamatan dan penilaian)
8. Guru memberi ulasan penjelasan dan penulisan dari kegiatan pembelajaran tersebut.

Kegiatan Inti (2)
1. Setiap kelompok mendiskusikan topik/tema kelompoknya melalui studi literature
2. Juru bicara /ketua satu memprosentasikan hasil kegiatannya
3. Sebagai bentuk penguatan, guru secara acak menunjuk beberapa siswa dari anggota serta kelompok untuk menjawab pertanyaan sekitar kajian kelompoknya.
4. Guru memberikan penilaian proses pembelajaran
5. Pengamat (siswa) melaporkan hasil penilaiannya kepada Guru.

Kegiatan Akhir
1. Guru bersama siswa membuat kesimpulan akhir
2. Penugasan kepada siswa (individu) menuangkan hasil pembelajaran dalam catatan masing-masing yang dilengkapi dari literature lain ( Internet dsb).
Refleksi = Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman pembelajaran.


6. Penilaian Hasil Belajar

6.1. Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

6.2. Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay


6.3. Butir-butir Soal :

1. Jelaskan konsep kelompok social menurut Durkheim
2. Sebutkan ciri ciri solidarity mekanik dan organic
3. Sebutkan contoh solidarti mekanik dan organic
4. Tunjukan dengan contoh bahwa solidarity organic lebih menekankan pada hokum yang bersifat restitutif
5. Sebutkan factor terbentuknya gemeinchaft dan gesselchaft
6. Tunjukan dengan contoh bahwa gesselchaft disadari dengan pertimbangan rasional
7. Apakah perbedaan anatara kelompok sekunder dalam kehidupan sehari hari
8. Sebutkan contoh kelompok primer dan sekunder dalam kehiduypan sehari hari
9. Jelaskan perbedaan in-group dengan out-group
10. Jelaskan factor penyebab timbulnya perasaan in-group




Katapang, Juli 2011
Mengetahui,
Kepala SMK Penida 2 Katapang Guru Mata Pelajaran,





Drs. Agus Rukmantara, M.MPd A. Abud Burhani,S.Pd
Nip. 19650301 200003 1003










RENCANA PENGAJARAN
IPS


SEMESTER II

KELAS 12

2011-2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah : SMK Penida 2 Katapang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : Memahami Kesamaan dan Keberagaman Budaya
Kode Kompetensi : 7
Kompetensi Dasar : 7.1. Mengidentifikasi berbagai budaya lokal, pengaruh
budaya asing, dan hubungan antarbudaya
Indikator :

- Budaya dan budaya lokal dijelaskan menurut pengertiannya
- Budaya dijelaskan berdasarkan unsur-unsurnya
- Budaya lokal di Indonesia diidentifikasi berdasarkan macam-macamnya
- Masuknya budaya asing diidentifikasi melalui dampak yang ditimbulkan
- Budaya diidentifikasi berdasarkan hubungannya antarbudaya

Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
a. Menjelaskan pengertian Budaya
b. Menjelaskan budaya Nasional dan budaya lokal
c. Menjelaskan budaya menurut unsur-unsurnya
d. Mengidentifikasi budaya lokal berdasarkan macam-macamnya.
e. Mengidentifikasi masuknya budaya asing melalui dampak yang ditimbulkannya
f. Mengidentifikasi budaya berdasarkan hubungan antarbudaya

2. Materi Ajar

a. Budaya local dan Nasional
- Pengertian budaya dan budaya local
- Perwujudan budaya Nasional
1. Cara berbahassa
2. Cara berprilaku
3. Cara berpakaian
4. Peralatan hidup

b. Unsur-unsur budaya
- Religi atau Kepercayaan
- Kekerabatan dan organisasi
1. System kekerabatan
2. Organisasi social
- Mata pencaharian
- Peralatan hidup
1. Alat produksi
2. Senjata
3. Wadah
4. Makanan
5. Pakaian
6. Perumahan
7. Alat alat transportasi
- Bahasa
- Kesenian
- pengetahuan
c. Macam-macam budaya lokal di Indonesia
d. Dampak masuknya budaya asing
e. Hubungan antarbudaya

3. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi
b. Diskusi Kelas
c. Pemberian Tugas

4. Sumber Belajar
- Buku-buku Sosiologi
- Buku-buku pegangan sosiologi SLTA
- Koran
- Majalah
- Kliping

5. Kegiatan Pembelajaran

A. Pertemuan I

Langkah-langkah Pembelajaran :
Kegiatan awal (Apersepsi) :
- Doa/salam/menyanyikan lagu wajib
- Penjelasan teknik pembelajaran
- Mengajukan materi dari tugas minggu lalu
- Dipastikan setiap siswa mempersiapkan materi dari tugas yang diberikan (salah satu materi)
Kegiatan Inti :
- Membentuk kelompok (kelompok minggu lalu) dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan materi yang ingin dicapai.
- Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya dan menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
- Masing-masing siswa diberi satu lembar kerja ( LKS), untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama ± 5 menit (untuk siswa pertama guru menunjuk secara acak)
- Setelah siswa dapat 1 bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab cepat dan tepat setiap pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian (untuk 1 pertanyaan diberikan hanya untuk 3 kesempatan menjawab , apabila tak terjawab berarti siswa tidak mendapat poin/nilai
- Selama kegiatan melempar pertanyaan, Guru memberikan penilaian partisipasi (individu_kelompok)
- Setelah dirasa cukup mewakili muatan materi yang ingin dicapai, guru memberi penguatan.
Kegiatan Akhir :
- Bersama siswa membuat kesimpulan dan refleksi (pertanyaan pengalaman bathin kegiatan pembelajaran siswa )
- Pemberian post test
Pemberian tugas lanjutan ( persiapan materi pertemuan berikutnya), mencari berbagai contoh kasus perbuatan yang sesuai dan bertentangan dengan hukum beserta sanksinya.

Pertemuan II

Langkah-langkah Pembelajaran :
Kegiatan awal (Apersepsi) :
- Doa/salam/menyanyikan lagu wajib
- Penjelasan teknik pembelajaran
- Mengajukan materi dari tugas minggu lalu
- Dipastikan setiap siswa mempersiapkan materi dari tugas yang diberikan (salah satu materi)
Kegiatan Inti :
- Membentuk kelompok (kelompok minggu lalu) dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan materi yang ingin dicapai.
- Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya dan menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
- Masing-masing siswa diberi satu lembar kerja ( LKS), untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama ± 5 menit (untuk siswa pertama guru menunjuk secara acak)
- Setelah siswa dapat 1 bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab cepat dan tepat setiap pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian (untuk 1 pertanyaan diberikan hanya untuk 3 kesempatan menjawab , apabila tak terjawab berarti siswa tidak mendapat poin/nilai
- Selama kegiatan melempar pertanyaan, Guru memberikan penilaian partisipasi (individu_kelompok)
- Setelah dirasa cukup mewakili muatan materi yang ingin dicapai, guru memberi penguatan.
Kegiatan Akhir :
- Bersama siswa membuat kesimpulan dan refleksi (pertanyaan pengalaman bathin kegiatan pembelajaran siswa )
- Pemberian post test

6. Penilaian Hasil Belajar

Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay


Butir-butir Soal :
1. Apa yang dimaksud dengan Budaya
2. Jelaskan perbedaan antara budaya local dengan budaya nasional
3. Jelaskan bahwa budaya nasional berbentuk dari berbagai budaya nasional
4. Sebutkan contoh perwujudan budaya nasional Indonesia
5. Sebutkan unsur unsur universal budaya menurut koentjaraningrat
6. Jelaskan system relihgi yang dianut oleh masyarakat Indonesia
7. Jelaskan perbedaan anatara system kekerabatan parental dengan patrinela dan matrineal
8. Sebutkan macam macam budaya local
9. Sebutkan dampak yang ditimbulkan oleh pengaruh budaya asing pada masatyarakat Indonesia
10. Jelaskan proses hubungan antarbudaya yang terjadi dalam masyarakat


Katapang, Juli 2011
Mengetahui,
Kepala SMK Penida 2 Katapang Guru Mata Pelajaran,





Drs. Agus Rukmantara, M.MPd A. Abud Burhani,S.Pd
Nip. 19650301 200003 1003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah : SMK Penida 2 Katapang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : XI/2
Standar Kompetensi : Memahami Kesamaan dan Keberagaman Budaya
Kode Kompetensi : 7
Kompetensi Dasar : 7.2. Mendeskripsikan potensi keberagaman budaya
yang ada dimasyarakat setempat dalam kaitannya
dengan budaya nasional
Indikator :
- Keberagaman budaya diidentifikasi berdasarkan faktor-faktor penyebabnya
- Keberagaman budaya dianalisis berdasarkan manfaatnya
- Contoh-contoh budaya lokal dideskripsikan sesuai kondisi masyarakat setempat
-
Alokasi Waktu : 8 x 45 menit (4 x pertemuan)


1. Tujuan Pembelajaran

a. Mengidentifikasi keberagaman budaya berdasarkan faktor-faktor penyebabnya
b. Menganalisis keberagaman budaya berdasarkan manfaatnya
c. Mendeskripsikan contoh-contoh budaya lokal sesuai kondisi masyarakat setempat.

2. Materi Ajar

a. Faktor-faktor penyebab keragaman budaya
1. Keragaman suku bangsa
2. Keragaman bahasa dan dialek
3. Keragaman agama dan kepercayaan
4. Keragaman seni dan budaya
b. Manfaat keberagaman budaya
c. Contoh-contoh budaya lokal di masyarakat setempat
1. Suku bangsa batak
2. Minangkabau
3. Sunda
4. Jawa
5. Bali
6. Dayak
7. Bugis makasar
8. Asmat

3. Metoda Pembelajaran

- Ceramah Bervariasi
- Diskusi Kelas
- Pemberian Tugas


4. Sumber Belajar

- Buku-buku Sosiologi
- Buku-buku pegangan sosiologi SLTA
- Koran
- Kliping
- Lingkungan sekita


5. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I

Langkah-langkah Pembelajaran :
Kegiatan awal (Apersepsi) :
- Doa/salam/menyanyikan lagu wajib
- Penjelasan teknik pembelajaran
- Mengajukan materi dari tugas minggu lalu
- Dipastikan setiap siswa mempersiapkan materi dari tugas yang diberikan (salah satu materi)
Kegiatan Inti :
- Membentuk kelompok (kelompok minggu lalu) dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan materi yang ingin dicapai.
- Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya dan menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
- Masing-masing siswa diberi satu lembar kerja ( LKS), untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama ± 5 menit (untuk siswa pertama guru menunjuk secara acak)
- Setelah siswa dapat 1 bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab cepat dan tepat setiap pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian (untuk 1 pertanyaan diberikan hanya untuk 3 kesempatan menjawab , apabila tak terjawab berarti siswa tidak mendapat poin/nilai
- Selama kegiatan melempar pertanyaan, Guru memberikan penilaian partisipasi (individu_kelompok)
- Setelah dirasa cukup mewakili muatan materi yang ingin dicapai, guru memberi penguatan.
Kegiatan Akhir :
- Bersama siswa membuat kesimpulan dan refleksi (pertanyaan pengalaman bathin kegiatan pembelajaran siswa )
- Pemberian post test
- Pemberian tugas lanjutan ( persiapan materi pertemuan berikutnya), mencari berbagai contoh kasus perbuatan yang sesuai dan bertentangan dengan hukum beserta sanksinya.
A. Langkah-langkah Pembelajaran :
Kegiatan awal (Apersepsi) :
- Doa/salam/menyanyikan lagu wajib
- Penjelasan teknik pembelajaran
- Mengajukan materi dari tugas minggu lalu
- Dipastikan setiap siswa mempersiapkan materi dari tugas yang diberikan (salah satu materi)
Kegiatan Inti :
- Membentuk kelompok (kelompok minggu lalu) dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan materi yang ingin dicapai.
- Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya dan menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
- Masing-masing siswa diberi satu lembar kerja ( LKS), untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama ± 5 menit (untuk siswa pertama guru menunjuk secara acak)
- Setelah siswa dapat 1 bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab cepat dan tepat setiap pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian (untuk 1 pertanyaan diberikan hanya untuk 3 kesempatan menjawab , apabila tak terjawab berarti siswa tidak mendapat poin/nilai
- Selama kegiatan melempar pertanyaan, Guru memberikan penilaian partisipasi (individu_kelompok)
- Setelah dirasa cukup mewakili muatan materi yang ingin dicapai, guru memberi penguatan.
Kegiatan Akhir :
- Bersama siswa membuat kesimpulan dan refleksi (pertanyaan pengalaman bathin kegiatan pembelajaran siswa )
- Pemberian post test
- Pemberian tugas lanjutan ( persiapan materi pertemuan berikutnya), mencari berbagai contoh kasus perbuatan yang sesuai dan bertentangan dengan hukum beserta sanksinya.
6. Penilaian Hasil Belajar

Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay


Butir-butir Soal :

1. Sebutkan factor factor yang menyebabkan keberagaman budaya
2. Tunjukan dengan contoh keberagaman suku bangsa sebagai factor penyebab keberagaman budaya Indonesia
3. Sebutkan manfaat keberagaman budaya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia
4. Jelaskan pengaruh glabalisasi terhadap keberagaman budaya di Indonesia
5. Jelaskan system kekerabatan suku bangsa di Indonesia
6. Apa yang menyebabkan orang orang minangkabau menyenagi berpetualang didaerah lain
7. Sebutkan perbedaan antara suku sunda dengan suku minangkabau
8. Sebutkan system organisasi masyarakat suku dayak
9. Sebutkan contoh hasil kesenian masyarakat suku bangsa asmat
10. Apakah manfaat mempelajari kebudayaan suku suku bansa di Indonesia

Katapang, Juli 2011
Mengetahui,
Kepala SMK Penida 2 Katapang Guru Mata Pelajaran,





Drs. Agus Rukmantara, M.MPd A. Abud Burhani,S.Pd
Nip. 19650301 200003 1003










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah : SMK Penida 2 Katapang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : XI/2
Standar Kompetensi : Memahami Kesamaan dan Keberagaman Budaya
Kode Kompetensi : 7
Kompetensi Dasar : 7.3. Mengidentifikasi berbagai alternatif penyelesaian
masalah akibat adanya keberagaman budaya
Indikator :
- Keberagaman budaya dijelaskan berdasarkan masalah-masalah yang muncul
- Integrasi nasional dideskripsikan berdasarkan kepentingan dalam NKRI
- Menjaga keselarasan antarbudaya diidentifikasi berdasarkan peran pemerintah dan masyarakat
Alokasi Waktu : 8 x 45 menit (4 x pertemuan)


1. Tujuan Pembelajaran

- Menjelaskan keberagaman budaya berdasarkan masalah-masalah yang muncul.
- Mendeskripsikan integrasi nasional berdasarkan kepentingan dalam NKRI.
- Mengidentifikasi upaya menjaga keselarasan antarbudaya berdasarkan peran pemerintah dan masyarakat

2. Materi Ajar

a. Masalah-nasalah yang muncul akibat keberagaman budaya
b. Pentingnya integrasi nasional
c. Peran masyarakat dalam menjaga keselarasan antarbudaya
d. Peran pemerintah dalam menjaga keselarasan antarbudaya


3. Metoda Pembelajaran

- Ceramah Bervariasi
- Diskusi Kelas
- Pemberian Tugas


4. Sumber Belajar

- Buku-buku Sosiologi
- Buku-buku pegangan sosiologi SLTA
- Koran
- Majalah
- Kliping
- Lingkungan sekita




5. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I

Langkah-langkah Pembelajaran :
Kegiatan awal (Apersepsi) :
- Doa/salam/menyanyikan lagu wajib
- Penjelasan teknik pembelajaran
- Mengajukan materi dari tugas minggu lalu
- Dipastikan setiap siswa mempersiapkan materi dari tugas yang diberikan (salah satu materi)
Kegiatan Inti :
- Membentuk kelompok (kelompok minggu lalu) dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan materi yang ingin dicapai.
- Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya dan menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
- Masing-masing siswa diberi satu lembar kerja ( LKS), untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama ± 5 menit (untuk siswa pertama guru menunjuk secara acak)
- Setelah siswa dapat 1 bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab cepat dan tepat setiap pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian (untuk 1 pertanyaan diberikan hanya untuk 3 kesempatan menjawab , apabila tak terjawab berarti siswa tidak mendapat poin/nilai
- Selama kegiatan melempar pertanyaan, Guru memberikan penilaian partisipasi (individu_kelompok)
- Setelah dirasa cukup mewakili muatan materi yang ingin dicapai, guru memberi penguatan.
Kegiatan Akhir :
- Bersama siswa membuat kesimpulan dan refleksi (pertanyaan pengalaman bathin kegiatan pembelajaran siswa )
- Pemberian post test
- Pemberian tugas lanjutan ( persiapan materi pertemuan berikutnya), mencari berbagai contoh kasus perbuatan yang sesuai dan bertentangan dengan hukum beserta sanksinya.
B. Langkah-langkah Pembelajaran :
Kegiatan awal (Apersepsi) :
- Doa/salam/menyanyikan lagu wajib
- Penjelasan teknik pembelajaran
- Mengajukan materi dari tugas minggu lalu
- Dipastikan setiap siswa mempersiapkan materi dari tugas yang diberikan (salah satu materi)
Kegiatan Inti :
- Membentuk kelompok (kelompok minggu lalu) dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan materi yang ingin dicapai.
- Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya dan menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
- Masing-masing siswa diberi satu lembar kerja ( LKS), untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama ± 5 menit (untuk siswa pertama guru menunjuk secara acak)
- Setelah siswa dapat 1 bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab cepat dan tepat setiap pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian (untuk 1 pertanyaan diberikan hanya untuk 3 kesempatan menjawab , apabila tak terjawab berarti siswa tidak mendapat poin/nilai
- Selama kegiatan melempar pertanyaan, Guru memberikan penilaian partisipasi (individu_kelompok)
- Setelah dirasa cukup mewakili muatan materi yang ingin dicapai, guru memberi penguatan.
Kegiatan Akhir :
- Bersama siswa membuat kesimpulan dan refleksi (pertanyaan pengalaman bathin kegiatan pembelajaran siswa )
- Pemberian post test
- Pemberian tugas lanjutan ( persiapan materi pertemuan berikutnya), mencari berbagai contoh kasus perbuatan yang sesuai dan bertentangan dengan hukum beserta sanksinya.



6. Penilaian Hasil Belajar

Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay






6. Penilaian Hasil Belajar

Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay


Butir-butir Soal :
1. Sebutkan contoh masalah masalah yang muncul akibat keragaman budaya
2. Sebutkan jenis jenis metode pemecahan masalah yang terdapat digunakan untuk menyelesaikan amsalah
3. Sebutkan perbedaan metode prevebtatif dengan metode refresip
4. Menurut anda bagaimana cara mengantisifasi agar maslah social tidak meluas
5. Pada era feformasi sekarang ini, kehidupan masyarakat kita diwarnai oleh konplik antar budaya berikan contohnya
6. Jelaskan dampak konplik antar budaya yang pernah terjadi di Indonesia
7. Jelaskan secara rinci dan ringkas cara mengatasi masalah tawuran pelajar
8. Buatlah contoh tahapan proses integrasi social
9. Sebutkan factor factor pendorong integrasi social
10. Sebutkan peran mayarakat dan pemerintah dalam menjaga keselarasan antar budaya




Katapang, Juli 2011
Mengetahui,
Kepala SMK Penida 2 Katapang Guru Mata Pelajaran,





Drs. Agus Rukmantara, M.MPd A. Abud Burhani,S.Pd
Nip. 19650301 200003 1003







RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah : SMK Penida 2 Katapang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester : XI/2
Standar Kompetensi : Memahami Kesamaan dan Keberagaman Budaya
Kode Kompetensi : 7
Kompetensi Dasar : 7.4. Menunjukkan sikap toleransi dan empati sosial
terhadap keberagaman budaya
Indikator :
- Menghargai budaya orang lain ditunjukkan dalam sikap sehari-hari
- Menjaga dan melestarikan budaya lokal ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 x pertemuan)


6. Tujuan Pembelajaran
1.1. Menunjukkan cara menghargai budaya orang lain dalam sikap hidup sehari-hari.
1.2. Menunjukkan cara menjaga dan melestarikan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.


2. Materi Ajar

a. Menghargai budaya orang lain
b. Menjaga dan melestarikan budaya lokal


3. Metoda Pembelajaran

a. Ceramah Bervariasi
b. Diskusi Kelas
c. Pemberian Tugas


4. Sumber Belajar

a. Buku-buku Sosiologi
b. Buku-buku pegangan sosiologi SLTA
c. Koran
d. Majalah
e. Lingkungan sekita


5, Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan I

Langkah-langkah Pembelajaran :

Apersepsi : - Tanya jawab materi sebelumnya
- Mengajukan tugas minggu lalu (kasus/kliping)
- Informasi tujuan, teknik pembelajaran dan penilaian
Kegiatan Inti :
- Membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 orang
- Guru menunjukan kliping/kasus (dari tugas minggu lalu) yang sesuai dengan tema/materi pembelajaran
- Setiap kelompok menentukan masing-masing kasus yang sesuai dan ( ) yang dibahas dalam kelompoknya.
- Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok/tanggapan terhadap kasus yang dibahas dan dituliskan pada lembar kertas
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil kegiatannya
- Kelompok lain diberi kesempatan untuk bertanya jawab mengenai kasus yang dibahas
- Guru memberi penguatan dari setiap kasus yang dibahas
Kegiatan Akhir :
- Guru membimbing siswa membuat kesimpulan dalam buku catatan
- Refleksi (pertanyaan,pengalaman bathin,siswa dalam menganalisa kasus-kasus yang dibahas)
- Penugasan (mencari berbagai kasus korupsi )

Pertemuan II

Langkah-langkah Pembelajaran :
Kegiatan awal (Apersepsi) :
- Doa/salam/menyanyikan lagu wajib
- Penjelasan teknik pembelajaran
- Mengajukan materi dari tugas minggu lalu
- Dipastikan setiap siswa mempersiapkan materi dari tugas yang diberikan (salah satu materi)
Kegiatan Inti :
- Membentuk kelompok (kelompok minggu lalu) dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan materi yang ingin dicapai.
- Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya dan menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
- Masing-masing siswa diberi satu lembar kerja ( LKS), untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama ± 5 menit (untuk siswa pertama guru menunjuk secara acak)
- Setelah siswa dapat 1 bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab cepat dan tepat setiap pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian (untuk 1 pertanyaan diberikan hanya untuk 3 kesempatan menjawab , apabila tak terjawab berarti siswa tidak mendapat poin/nilai
- Selama kegiatan melempar pertanyaan, Guru memberikan penilaian partisipasi (individu_kelompok)
- Setelah dirasa cukup mewakili muatan materi yang ingin dicapai, guru memberi penguatan.
Kegiatan Akhir :
- Bersama siswa membuat kesimpulan dan refleksi (pertanyaan pengalaman bathin kegiatan pembelajaran siswa )
- Pemberian post test
Pemberian tugas lanjutan ( persiapan materi pertemuan berikutnya), mencari berbagai contoh kasus perbuatan yang sesuai dan bertentangan dengan hukum beserta sanksinya


6. Penilaian Hasil Belajar

Prosedur Penilaian : 1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar

Jenis dan Bentuk Tes : 1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay


Butir-butir Soal :
1. Tunjukan dengan contoh sikap teloransi masyarakat terhadap keberagaman budaya
2. Tunjukan dengan contoh sikap empati pemerintah terhadap keragaman budaya
3. Apakah yang dimaksud dengan sikap kritis dalam menghadapi keragaman budaya
4. Mengapa kita harus bersikap kritis terhadap keragaman budaya
5. Apa manfaat sikap kritis terhadap kergaman budaya
6. Tunjukan dengan contoh sikap fositip terhadap keragaman budaya
7. Jelaskan cara menjaga dan memelihara budaya local
8. Elaskan manfaat pembinaan budaya local
9. Tunjukan dengan contoh sikap peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya local
10. Tunjukan dengan contoh sikap pemerintah dalam membiina dan memelihara budaya lokal




Katapang, Juli 2011
Mengetahui,
Kepala SMK Penida 2 Katapang Guru Mata Pelajaran,





Drs. Agus Rukmantara, M.MPd A. Abud Burhani,S.Pd
Nip. 19650301 200003 1003

DAMPAK PARIWISATA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT. studi etnografi pada masyarakat Rancabali Ciwidey Kabupaten bandung

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang masalah
Pembangunan berkelanjutan memang menjadi priolitas pemerintah yang membawa perkembangan dengan sangat pesat tetapi ada hal yang mesti di kaji lebih jauh yaitu akan terjadi perubahan dimasyarakat sebagaimana dikemukakan oleh Fuad Hasan(1993:114)
Masyarakat kita adalah masyarakat dalam perkembangan dengan tempo yang cukup pesat. Pembangunan social adalah bagian yang melekat langsung pada upaya pembangunan Nasional. Dalam segenap pembangunan niscaya ada dampak social yang tidak senantiasa bisa segera dicerna oleh semua warga masyarakat. Setiap upaya pembangunan social tidak mungkin dijamin bebas dari dampak negative.

Dengan demikian dari pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa Dalam perkembangan masyarakat yang diikhtiarkan secara berencana itu tentu saja bukan hasil hasilnya belaka yang diharapkan, akan tetapi justru karena direncanakan maka segala akibat dan dampaknya juga diperhitungkan, termasuk usaha mencegah sejauh mungkin dampak negative yang ditimbulkannya.
Dampak yang ditimbulkan dari pembangunan bukan hanya positip tetapi juga dampak yang tidak kita inginkan yaitu Negatif hal ini tidak bisa kita tolak karena merupakan hal yang lumrah dari efek pembangunan tersebut sebagaimana yang dikemukakan oleh Posman Simanjuntak (2003:188)
Pembangunan Nasional dilaksanakan secara berencana, bertahap, berkelanjutan, menyeluruh dan terpadu untuk memacu peningkatan kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dengan bangsa lain yang lebih maju. Pelaksanaan pembangunan Nasional diantaranya meliputi ekonomi, hukum, sosial Budaya. Namun masyarakat belum sepenuhnya siap menerima perubahan yang dihasilkan oleh pembangunan sehingga berdampak kepada social budaya masyarakat baik dampak yang bersifat positif maupun yang Negatif.

Pengaruh yang Nampak dari pesatnya pembangunan adalah terjadinya Perubahan social budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salah satu dampak yang dirasakan sebagaimana yang dikemukakan oleh Ahmadi Abu (2004 : 14 )” perubahan sosial dan budaya meliputi berbagai bidang kehidupan dan merupakan masalah bagi semua institusi social seperti : industry, agama, perekonomian, pemerintahan, keluarga, perkumpulan perkumpulan dan pendidikan “.
Pokok yang terjadi pada perubahan social dan budaya diakibatkan dari perubahan yang berkembang pesat saat ini selain dari pengaruh Pembangunan, juga karena adanya penetrasi kebudayaan dari luar yang masuk dengan mudah akibat proses pembangunan itu sendiri. Diantaranya adalah proses dan berkembangnya pariwisata disuatu daerah yang banyak dikunjungi wisatawan.
Telah disadari bahwa praktik-praktik pariwisata, yang melihat kebudayaan (juga alam), terutama sebagai sumber komoditi, ternyata membawa dampak yang tidak selalu positif. Dampak positif yang biasanya langsung dan segera dapat dirasakan adalah dalam segi keuntungan ekonomi, sebagaimana yang telah di gariskan dalam Undang-Undang Tentang Kepariwisataan. No.9 Tahun 1990 yaitu Salah satu tujuan penyelenggaraan kepariwisataan adalah untuk meningkatkan pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, juga memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja serta mendorong pembangunan daerah.
Untuk itu sudah selayaknya pariwisata dapat dijadikan alternatif penggerak perekonomian hingga sedemikian rupa menjadi sumber pendapatan bagi setiap daerah yang memiliki potensi untuk menyelenggarakannya, dalam upaya memperoleh atau meningkatkan pendapatan daerah. tetapi sesungguhnya keuntungan tersebut hanya merupakan keuntungan jangka pendek. Yang dirasakan kemudian adalah dampak buruknya, yaitu terhadap ekspresi dan eksistensi budaya yang dijadikan sumber komoditi itu.
Pariwisata yang menekankan pendekatan ekonomi cenderung memberikan peranan utama pada pemerintah atau pemilik modal, dan tujuannya juga ditentukan dan terutama untuk kepentingan mereka. Peranan masyarakat sangat rendah sehingga mereka cenderung tampak patuh dan tidak punya inisiatif karena lebih ditempatkan sebagai obyek daripada sebagai subyek. Sebagai akibatnya, adat-istiadat, nilai-nilai, dan norma-norma menjadi semakin terkikis. Ritual-ritual suci menjadi semakin dangkal dan pertunjukan-pertunjukan seni semakin tidak berjiwa. Masyarakat menjadi apatis dan kesejahteraan mereka pun tidak mengalami perbaikan. Pengaruh pariwisata terhadap masyarakat (kebudayaan) setempat, harus disadarai bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang secara internal terdeferensiasi, aktif, dan selalu berubah. Oleh karena itu pendekatan yang kiranya lebih realistis adalah dengan menganggap bahwa pariwisata adalah ‘pengaruh luar yang kemudian terintegrasi dengan masyarakat’, dimana masyarakat mengalami proses menjadikan pariwisata sebagai bagian dari kebudayaannya, atau apa yang disebut sebagai proses ‘turistifikasi’ (touristification). Di samping itu perlu juga diingat bahwa konsekuensi yang dibawa oleh pariwisata bukan saja terbatas pada hubungan langsung host-guest. Pengaruh di luar interaksi langsung ini justru lebih penting, karena mampu menyebabkan restrukturisasi pada berbagai bentuk hubungan di dalam masyarakat.
Dalam Pandangan halayak Pariwisata merupakan komersialisasi nilai nilai budaya demi mengeruk keuntungan yang besar. Pemikiran itu di kemukakan oleh Spillane ( 1994 :28 ) digolongkan dalam pendekatan Cauntionary, yaitu menganggap bahwa pariwisata menyebabkan berbagai macam konplik pandangan ini tidak dapat disalahkan karena pada dasarnya budaya dan pariwisata itu sering dianggap dua aktifitas yang penuh dengan konplik, disatu sisi karena adanya kepercayaan bahwa budaya bersifat tradisional, sedangkan disisi lain, pariwisata relative dianggap lebih modern dan dinamis.
Ketentuan ketentuan ini muncul karena dengan adanya kegiatan kegiatan pariwisata akan menyebabkan terkontaminasinya nilai nilai budaya asli suatu bangsa, dengan adanya kedatangan pengaruh budaya asing yang dibawa oleh wisatawan. Belum lagi muncul kesan dengan adanya pariwisata akan berbentuk kelompok masyarakat vertical Nasikum, (1994:31) yaitu yang dilayani dan melayani.
Penilaian subyektif terhadap pariwisata dalam persepektif budaya bahwa dengan adanya pariwisata justru menimbulkan akses negarif terhadap eksitensi nilai nilai budaya, sudah begitu melekat kuat dalam pandangan masyarakat luas, tetapi pada kenyataannya bila secara obyektif kita menilai justru tidak sedikit kontribusi atau sumbangan dan diberikan oleh Pariwisata terhadap kelangsungan hidup manusia dan akan menggairahkan kebudayaan asli, dan bahkan akan menghidupkan kembali kebudayaan kebudayaan yang sudah terlupakan.
Dalam hal ini penulis mencoba membahas dampak Pariwisata terhadap perubahan social budaya masyarakat di daerah Rancabali Ciwidey Kabupaten Bandung yang merupakan daerah pedesaan Agraris sebagai tujuan wisata yang terkenal di daerah Bandung Selatan.
Kecamatan Rancabali Merupakan wilayah pecahan dari Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, sebagai daerah yang terletak di ketinggian 1700 dpl, mempunyai potensi alam yang sangat beragam, kesuburan tanah dan keindahan alam sangat dominan ditunjang dengan sarana Transportasi yang lancar sehingga terjadi perkembangan social kehidupan yang pesat salah satunya diakibatkan oleh peranan pariwisata didaerah ini.
Sebelumnya daerah ini merupakan daerah wisata yang dikunjungi wisatawan hanya sebatas melihat pemandangan alam yang tersebar di beberapa lokasi diantaranya adalah wisata perkebunan teh Rancabali, Sinumbra, Situ Patenggang, Pemandian air panas untuk pengobatan di Cibuni, pemandian air panas walini, Cimanggu, penangkaran rusa di Rancaupas dan Kawah putih. Wisatawan hanya meluangkan beberapa jam lamanya untuk menikmati keindahan alam tersebut tetapi sesuai dengan perkembangan, wisatawan akhirnya lebih lama berada di Rancabali dikarenakan salah satunya sarana dan prasarana daerah ini semakin lengkap diantaranya adalah tempat penginapan, baik penginapan biasa, Villa sampai hotel yang berbintang.
Semakin berkembangnya jumlah tempat penginapan maka semakin banyak pula lahan yang digunakan, pada mulanya lahan tersebut adalah lahan pertanian. Mengingat lahan tersebut dialih fungsikan maka penduduk di daerah itu beralih profesi diantaranya menjadi pedagang, tukang parkir, keamanan di penginapan dan bahkan ada yang pindah ke lereng bukit yang berbatasan dengan hutan lindung Gunung Patuha.
Selanjutnya yang dirasakan pengaruh dari wisatawan adalah beralihnya penanaman palawija yang selama bertahun tahun di daerah Rancabali ini terkenal dengan penyumbang hasil palawija di daerah Bandung sekarang banyak beralih menanam Stroberi yang hampir setiap orang di daerah ini menanamnya.
Pengaruh yang terjadi didaerah tersebut adanya perubahan perubahan social budaya yang meliputi berbagai unsur kebudayaan yang bersifat universal sebagaimana yang menjadi kajian penelitian ini adalah studi etnografi yaitu Sistem bahasa, Sistem mata Pencaharian, Sistem Teknologi, Organisasi Sosial, Pengetahuan, Kesenian, dan system Religi
B. Fokus Penelitian dan Rumusan Masalah
1. Fokus Penelitian
Latar belakang menunjukan arah dan dampak yang ditimbulkan oleh Pariwisata terhadap perubahan social budaya masyarakat di Rancabali Ciwidey . Rancabali merupakan Kecamatan pemecahan dari Kecamatan Ciwidey, merupakan daerah yang mempunyai keragaman dari segi Alam merupakan daerah pegunungan subur dan mempunyai keindahan alam selalu menjadi tempat yang ramai untuk dikunjungi dari berbagai tempat local bahkan dari mancanegara dari segi social dan budaya merupakan salah satu lingkungan yang mempunyai karakter pedesaan yang umumnya memegang teguh kebiasaan social budaya setempat.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan penelitian ini dirumuskan Bagaimana dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap perubahan Sosial Budaya.( study etnografi pada Masyarakat Rancabali Ciwidey Kabupaten Bandung).
Pertanyaan tersebut diuraikan kedalam beberapa pertanyaan khusus yang merupakan permasalahan yang ingin diungkapkan melalui penelitian ini :
1. Bagaimana dampak Pariwisata terhadap prilaku prilaku hidup Sosial Budaya masyarakat menurut Sistem mata Pencaharian
2. Bagaimana dampak Pariwisata terhadap prilaku prilaku hidup Sosial Budaya masyarakat menurut Sistem Kesenian
3. Bagaimana dampak Pariwisata terhadap prilaku prilaku hidup Sosial Budaya masyarakat menurut Sistem Religi
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah: secara umum untuk mengetahui Dampak Perkembangan Pariwisata terhadap social Budaya masyarakat Rancabali Ciwidey sedangkan secara khusus bertujuan untuk :
a. Mengetahui Kondisi social Budaya masyarakat Rancabali Ciwidey
b. Mengetahui perkembangan Pariwisata di daerah Rancabali Ciwidey
c. Mengetahui dampak social budaya dari perkembangan Pariwisata terhadap kehidupan masyarakat di Rancabali
2.Manfaat
Adapun manfaat penelitian ini, diharapkan berguna untuk berbagai pihak, sebagai berikut :
a. Teoritis
1) Sebagai bahan ilmu pengetahuan mengenai perkembangan pariwisata terhadap perubahan Sosial Budaya di masyarakat
2) Sebagai bahan ilmu pengetahuan bagi siswa disekolah pada pengajaran IPS. tentang dampak perkembangan pariwisata terhadap Sosial Budaya
3) Sikap yang dihadapi oleh masyarakat dalam menghadapi perkembangan Pariwisata.
4) Sikap yang dihadapi masyarakat terhadap perubahan social budaya
b. Praktis
1) Memberikan masukan masukan yang dapat memperkaya pemahaman perubahan sosial budaya
2) Memberikan pemahaman tentang Pariwisata yang berdampak pada perubahan sosial Budaya.
3) Bagi lembaga terkait kususnya Pemerintah Daerah dan Dinas Pariwisata, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam mengantisifasi dampak pariwisata terhadap perubahan Sosial budaya menyangkut masalah masalah 7 unsur Kebudayaan Universal.






BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

A. Konsep Pariwisata
1. Interaksi antara wisatawan dengan masyarakat Lokal
Undang-undang No. 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan. (Salah satu tujuan penyelenggaraan kepariwisataan adalah untuk meningkatkan pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, juga memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja serta mendorong pembangunan daerah). Untuk itu sudah selayaknya pariwisata dapat dijadikan alternatif penggerak perekonomian hingga sedemikian rupa menjadi sumber pendapatan bagi setiap daerah yang memiliki potensi untuk menyelenggarakannya, dalam upaya memperoleh atau meningkatkan pendapatan daerah.
Proses pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan peningkatan “Sadar Wisata” masyarakat. Tugas aparat pemerintah adalah untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan terwujudnya peran serta masyarakat dengan cara-cara yang mudah difahami dan dilaksanakan oleh masyarakat. Sadar Wisata dikalangan masyarakat tidak tumbuh dengan sendirinya, masyarakat lebih mudah memahami apa yang mereka lihat, apa yang mereka rasakan. Pembangunan pariwisata yang manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat akan menciptakan iklim yang lebih baik bagi tumbuh dan berkembangnya sadar wisata dikalangan masyarakat.
Tujuan wisatawan datang ke suatu daerah antara lain didorong oleh keingian untuk mengenal, mengetahui atau mempelajari daerah dan kebudayaan masyarakat local. Selama ditempat wisata , wisatawan pasti berinteraksi dengan masyarakat local diberbagai bidang.
Bidang Pariwisata Dalam hal interaksi dengan Masyarakat luas ini semakin intensif kalau jenis pariwisata yang dikembangkan adalah pariwisata budaya dan alam, karena kedua pariwisata ini merupakan hal yang langsung dengan kehidupan masyarakat sehari hari.
Daya tarik wisatawan pada suatu daerah tujuan wisata sangat dipengaruhi oleh penerimaan masyarakat setempat yang ramah, kearifan local, mempunyai karakter alam yang berbeda dengan daerah lain, kondisi yang aman, serta sarana transportasi yang lancar. Dengan kondisi tersebut wisatawan akan merasa nyaman seolah olah milik mereka sendiri dan yang paling utama ketika mereka merasakan kenyamanan tersebut menuntut untuk datang kembali ke daerah wisata tersebut.
2. Kebudayaan Pariwisata
Dalam kajian kebudayaan Pariwisata di ulas tiga hal, yaitu a) Wisata Budaya sebagai suatu jenis wisata, b ) Pengaruh wisata terhadap Kebudayaan. Hal yang pertama, wisata Budaya diartikan sebagai jenis kegiatan pariwisata yang obyeknya adalah kebudayaan. ini dibedakan dari minat minat khuss lain. Seperti wisata alam, dan wisata petualang. Namun demikian tidak berarti bahawa seorang wisatawan tidak bisa memiliki lebih dari satu program wisata.
Obyek daya tarik wisata budaya itu dapat berkisar pada hal, kesenian (seni rupa dan segala bentuk pertunjukan ), upacara adat, demontrasi kekebalan.

3. Pengaruh Pariwisata terhadap Kebudayaan
Mengenai pengaruh pariwisata terhadap kebudayaan pada masarakat tuan rumah dapat dibedakan menjadi perkara : 1 pengaruh dalam kehidupan ekonomi, apabila kegiatan pariwisata itu dapat meningkatkan kesempatan kerja dan tingkat kemakmuran. 2) pengaruh kehadiran wisatawan mancanegara dengan kebiasaan dan busananya yang sebenarnya asing bagi masyarakat tuan rumah. Kemakmuran, apabila tidak dipandu baik baik dengan suatu sikap budaya yang benar akan dapat mengembangkan nilai nilai budaya yang berubah misalnya dari adat kekeluargaan dan gotong royong kea rah sikap”semua bisa dengan uang”.
Kehadiran wisatawan dengan segala adat kebiasaan tidak jarang juga menimbulkan efek” meniru “ pada penduduk setempat. Apa yang ditiru itu dapat baik dan buruk. Dan dalam jangka waktu tertentu dapat menggeser nilai nilai budaya setempat.
Pengaruh pariwisata terhadap masyarakat (kebudayaan) setempat, harus disadarai bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang secara internal terdeferensiasi, aktif, dan selalu berubah. Oleh karena itu pendekatan yang kiranya lebih realistis adalah dengan menganggap bahwa pariwisata adalah ‘pengaruh luar yang kemudian terintegrasi dengan masyarakat’, dimana masyarakat mengalami proses menjadikan pariwisata sebagai bagian dari kebudayaannya, atau apa yang disebut sebagai proses ‘turistifikasi’ (touristification). Di samping itu perlu juga diingat bahwa konsekuensi yang dibawa oleh pariwisata bukan saja terbatas pada hubungan langsung host-guest. Pengaruh di luar interaksi langsung ini justru lebih penting, karena mampu menyebabkan restrukturisasi pada berbagai bentuk hubungan di dalam masyarakat.
4. Dampak Periwisata terhadap Sosial Budaya
Dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan Pariwisata disuatu daerah terhadap Sosial Budaya sangat terasa apalagi daerah tersebut menerima pengaruh dengan cepat tanpa ada penyaringan yang ketat terhadap kedatangan wisatawan.. Salah satu hal adalah dimana daerah yang dituju merupakan daerah yang lemah dalam bidang ekonomi, dengan sendirinya akan mengikuti Perkembangan dan merubah tatanan perekonomian sendiri salah satu contoh mengubah mata pencaharian semula yang mereka lakukan secara tradisional menjadi lebih modern.
Masalah tentang dampak Pariwisata terhadap sosial budaya selama ini lebih cenderung mengasumsikan bahwa akan terjadi perubahan sosial-budaya akibat kedatangan wisatawan, dengan tiga asumsi yang umum, yaitu: (Martin, 1998:171):
a. perubahan dibawa sebagai akibat adanya intrusi dari luar, umumnya dari sistem sosial-budaya yang superordinat terhadap budaya penerima yang lebih lemah;
b. perubahan tersebut umumnya destruktif bagi budaya indigenous;
c. perubahan tersebut akan membawa pada homogenisasi budaya, dimana identitas etnik lokal akan tenggelam dalam bayangan sistem industri dengan teknologi barat, birokrasi nasional dan multinasional, a consumer-oriented economy, dan jet-age lifestyles.
Menurut pendapat diatas menyiratkan bahwa di dalam melihat dampak pariwisata terhadap sosial-budaya masyarakat setempat, pariwisata semata-mata dipandang sebagai faktor luar yang akan merubah secara pasti terhadap social budaya pada masyarakat local.
Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat yang dituju, sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat setempat. Oleh karena pariwisata banyak dikatakan sebagai perubah yang laur biasa, mampu membuat masyarakat setempat mengalami perubahan dalam berbagai aspek.
Dalam perubahan yang diakibatkan oleh Pariwisata Secara teoritis, Cohen (1984) mengelompokkan dampak Pariwisata terhadap sosial budaya ke dalam sepuluh kelompok besar, yaitu:
a. dampak terhadap keterkaitan dan keterlibatan antara masyarakat setempat dengan masyarakat yang lebih luas, termasuk tingkat otonomi atau ketergantungannya;
b. dampak terhadap hubungan interpersonal antara anggota masyarakat;
c. dampak terhadap dasar-dasar organisasi/kelembagaan sosial;
d. dampak terhadap migrasi dari dan ke daerah pariwisata;
e. dampak terhadap ritme kehidupan sosial masyarakat;
f. dampak terhadap pola pembagian kerja;
g. dampak terhadap stratifikasi dan mobilitas sosial;
h. dampak terhadap distribusi pengaruh dan kekuasaan;
i. dampak terhadap meningkatnya penyimpangan-penyimpangan sosial; dan
j. dampak terhadap bidang kesenian dan adat istiadat.

Dari pendapat Cohen tersebut diatas mengenai dampak pariwisata dapat disimpulan, bahwa daerah tujuan wisata akan merasakan pengaruh yang luar biasa dari wisatawan yang datang yaitu dari mengenai unsur kebudayaan universal di daerah. Sebagai mana yang di kemukan oleh C.Kluckhohn dalam Koentjaraningrat merumuskan 7 unsur Kebudayaan .
a. Sistem Bahasa
Bahasa yang digunakan pada daerah ini adalah Sunda dengan dialek yang sama dengan sunda lainnya,
Bahasa yang dibunakan oleh masyarakat setempat baik berupa lisan maupun tulisan atau berbentuk symbol simbol
b. Sistem mata Pencaharian
Untuk menunjang hidup sehari hari, setiap masyarakat pasti memiliki mata pencaharian utama yang berbeda ditiap daerah, sehingga terdapat suku bangsa memiliki mata pencaharian yang khas dibandingkan dengan dengan suku bangsa lain.
c. Sistem Teknologi
Teknologi atau peralatan hidup lain yang dimiliki oleh setiap masyarakat mungkin berbeda beda tergantung dimana masyarakat itu berada.
d. Sistem Organisasi Sosial
Suku bangsa yang merupakan kelompok mayarakat besar akan memiliki system kemasyarakatannya yang mungkin berbeda dengan suku bangsa lain: misalnya suku bangsa sunda dan jawa.
e. Sistem Pengetahuan
Masyarakat memilki pengetahuan yang digunakan dalam kehidupan sehari hari baik dalam bidang agriris maupun dalam bidang pengobatan.
f. Sistem Kesenian
Masyarakat atau suku bangsa memiliki persaan yang dituangkan kedalam bentuk benci, sedih, gembira, jengkel, bahagia dan sebagainya.perasaan timul dari setiap individu atau masyarakat dalat dilakukan de dalam bentuk seni atau perasaan dapat muncul karena seni.
g. Sistem Religi
Kepercayaan ditiap daerah itu berbeda merupakan warisan masa lampau dari perjalanan hidup masyarakat bersangkutan sebagai warisan budayanya. Keyakinan setempat yang diyakini masyarakatnya wajib dihormati oleh masyarakat lain, begitu pula dalam upacara ritual yang berhubungan dengan keyakinan.
B. Hakikat Perubahan Sosial Budaya
1. Perubahan Sosial
Perubahan Sosial Menurut Robert H.Lauer ( 2003:4) “persefective on social” adalah perubahan penting dari struktur social yaitu pola prilaku dan anteraksi social tercakup dalam ekspresi tentang norma, nilai, dan fenomena culture sebagai variasi baru atau modifikasi dalam setiap aspek proses social, pola social dan bentuk bentuk social. selanjutnya Davis (2000:42) menjelaskan perubahan social sebagai perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. yang dipertegas oleh Mac Iver bahwa sebagai perubahan dalam hubungan social yang mengarah pada kesinambungan dalam hubungan social. Barker ( 2006 ) menegaskan perubahan social sebagai perubahan multidimensi dan saling terkait mencakup ekonomi teknologi, politik, budaya dan identitas.
Perubahan social budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur social dan pola budaya dalam suatu masyarakat.Perubahan social budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat.Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.
Perubahan social Budaya terjadi karena beberapa factor. Diantaranya adalah : komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat: factor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konplik atau revolusi: dan faktorn eksternal seperti bencan alam dan perubahan iklim, peperangan dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Ada pula beberapa factor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intesifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan iptek yang lambat; sifat masyarakat yang tradisional; ada kepentingan kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat ; prasangka negative terhadap hal hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan idiologi ; dan pengaruh adat istiadat.

2. Glabolisasi dan Budaya
Globalisasi suatu proses luluhnya batas batas bangsa seakan tanpa batas merasuk dan membuat unsur unsur budaya luar masuk atau merembes dengan mudah ke budaya suatu masyarakat dewasa ini. Dalam hal ini aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan.
Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai niali nilai (value ) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal, atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan. Dimana hal hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek aspek kejiwaan atau psikologi.
Dampak globalisasi terhadap masyarakat menurut Yunan dkk (1996:140)”goncangan budaya yang ditimbulkan oleh masuknya budaya baru diterima oleh masyarakat yang lambat laun merubah budaya lama”. Dari pendapat tersebut jelas bahwa dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi terhadap masyarakat sangat dominan sekali.
Factor yang menyebabkan perubahan social diantaranya adalah globalisasi yang sedang menjalar ke pelosok daerah yang diakibatkan oleh factor factor berikut ini, sebagaimana yang dikemukakan oleh Posman Simanjuntak,(2003:179)” a. meningkatnya perdangangan Internasional, b.kemajuan system komunikasi dan alat penghubung, c. kegiatan Pariwisata”.
Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah proses Modernisasi yang tidak bisa dibendung, akibat dari modernisasi tersebut adalah terjadinya proses perubahan social dan budaya di tiap daerah yang melibatkan semua kondisi atau nilai nilai dan kebudayaan, maka dari itu kita harus menyadari dan memahami, bahwa manakala salah satu aspek atau unsur social atau kebudayaan mengalami perubahan, maka unsur unsur yang lainnya yang telah berubah terlebih dahulu. Karena itu mesti dipahami dan disadari bahwa system nilai yang berlaku dalam masyarakat bersangkutan ada yang berkualifikasi norma dan nilai.
a. Orientasi perubahan
Yang dimaksud orientasi atau arah perubahan disini adalah meliputi beberapa orientasi, antara lain :
a. Perubahan dengan orientasi pada upaya meninggalkan factor factor atau unsur unsur kehidupan social yang mesti ditinggalkan atau diubah.
b. Perubahan dengan orientasi pada suatu bentuk atau unsur yang memang bentuk atau unsur baru
c. Suatu perubahan yang berorientasi pada bentuk, unsur atau nilai yang telah ada pada masa yang lalu.
b. Gejala modern di daerah tradisional
Dalam dinamika proses pembangunan akan mengarah kepada modernisasi yang berujung pada perubahan perubahan social. Proses pembangunan didaerah tradisional telah membawa perubahan dalam berbagai segi tata cara hidup masyarakat tradisional baik struktur, fungsi, sikap, dan tingkah laku. Perubahan perubahan tersebut ada yang sesuai dengan kebutuhan proses pembangunan daerah tradisional tetapi terdapat juga perubahan pada beberapa aspek kehidupan kemayarakatan yang justru bertentangan dengan prinsip dan tujuan pembangunan itu sendiri. Beberpa factor yang menyebabkan terjadinya proses perubahan social di masyarakat tradisional, adalah sebagai berikut :
a. Semakin lancarnya jalur jalur transportasi antara desa dengan kota
b. Kemajuan yang pesat dibaidang komunikasi
c. System perekonomian yang berdasarkan pada kemajuan dinamika pembangunan.
C. Teori teori Perubahan Sosial Budaya
Pengelompokan teori perubahan social telah dilakukan oleh Strasser dan Randall.Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori, yaitu teori kemunculan dictator dan demokrasi, teori prilaku kolektif, teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem social.

no Perspektif Penjelasan tentang perubahan
1 Barrington Moore, teori kemunculan dictator dan demoktrasi Teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang sejarah pada beberpa Negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agrarian menuju basis ekonomi industri
2. Teori perilaku Kolektif Teori dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan daripada sumber perubahan sosial
3. Teori Inkonsistensi status Teori ini merupakan represenyasi dari teori psikilogi social. Pada teori ini, individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidak konsistenan antara status individu dan grup dengan aktivitas atau sikap yang didasarkan pada perubahan.
4. Analisis Organisasi sebagai subsistem sosial Alasan kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut yang konpleks sebagai hasil trasformasi social yang muncul pada masyarakat modern. Pada sisi lain. Organisasi meningkatkan hambatan anatara social dan system interaksi.

Teori perilaku kolektif mencoba menjelaskan tentang kemunculan aksi social. Aksi sosial merupakan sebuah gejala aksi bersama yang ditujukan untuk merubah norma dan nilai dalam jangka waktu yang panjang. Pada sistem social seringkali dijumpai ketegangan baik dari dalam sistem atau luar sistem. Teori ini melihat ketegangan sebagai variable antara yang mengubungkan antara hubungan antar individu seperti peran dan struktur organisasi dengan perubahan sosial.
Perubahan pola hubungan antar individu menyebabkan adanya ketegangan social yang dapat berupa kompetensi atau konplik bahkan konplik terbuka atau kekerasan. Kompetisi atau konplik inilah yang mengakibatkan adanya perubahan melalui aksi sosial bersama untuk merubah norma dan nilai.
Stratifikasi social pada mayarakat praindustri belum terlalu terlihat dengan jelas dibandingkan pada masyarakat modern. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya derajat perbedaan yang timbul oleh masyarakat oleh adanya pembagian kerja dan kompleksitas organisasi. Status social masih terbatas pada bentuk ascribed status, yaitu suatu bentuk status yang diperoleh sejak dia lahir. Mobilitas social sangat terbatas dan cenderung tidak ada. Kritik status mulai muncul seiring perubahan moda produksi agraris menuju moda produksi kapitalis yang ditandai dengan pembagian kerja dan muncul organisasi komplek.
Perubahan Masyarakat yang terjadi selama ini secara umum menyangkut perubahan perubahan struktur, fungsi budaya, dan prilaku masyarakat.
Suatu proses yang mengakibatkan keadaan sekarang berbeda dengan keadaan sebelumnya, perubahan bisa berupa kemunduran dan bisa juga berupa kemajuan ( progress ). Sedangkan masyarakat artinya sekelompok ikatan nilai dan norma norma social. Istilah masyarakat dapat juga diartikan sebagai wadah atau tempat orang orang yang saling berhubungan dengan hokum dan budaya tertentu untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Sumarjan dan Soemardi ( 1964 ) bahwa perubahan perubahan pada lembaga lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk didalamnya nilai nilai, sikap sikap dan pola pola perlakuan diantara kelompok kelompok dalam masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa betapa luasnya bidang bidang yang mungkin mengalami perubahan.Oleh karena itu perubahan pada masyarakat berarti juga perubahan pada kebudayaan, maka tidak mudah untuk mengemukakan batasannya secara ringkas dan terperinci karena bidang kajian cukup luas.
Kendala yang cukup serius dalam hubungannya dengan proses perubahan perubahan masyarakat yang semakin cepat adalah ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi baru, sehingga upaya untuk dapat mengimbangi tuntutan kecepatan perubahan itu mengalami keterlambatan. Keterlambatan perubahan ini terjadi karena dalam proses perubahan masyarakat yang semakin cepat itu terdapat kumulasi benturan budaya dan kepentingan hidup. Di satu pihak masyarakat berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan dan mengembangkan kualitas kepentingan ekonomi yang semakin terbatas, dipihak lain harga barang dan jasa meningkat, serta menurunkan kepercayaan terhadap penguasa dan eksitensi hukum.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka sedikitnya perlu ada 4 upaya yaitu: pertama peningkatan lapangan kerja dan potensi perekonomian masyarakat; kedua, peningkatan keterampilan dan pengetahuan teknis terhadap pelaku atau aparat pembangunan( agen of change ); ketiga peningkatan terhadap kualitas nilai nilai moral, agama, dan kesadaran hokum masyarakat dan plaku pembangunan; keempat mempertahankan dan meningkatkan wibawa dan kesadaran hokum pemerintahan dengan memberikan teladan perilaku yang baik dan benar sesuai dengan cita cita pembangunan nasional.
Disimpulkan bahwa perubahan bahwa perubahan masyarakat pada dasarnya merupakan perubahan pola perilaku kehidupan dari seluruh norma norma social yang lama menjadi pola perilaku dan seluruh norma norma social yang baru.
Dalam memenuhi kebutuhan hidup, manusia melakukan berbagai usaha dengan menggunakan ilmu dan ketrempilan yang dimiliki bentuk usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup diantaranya adalah kegiatan pertanian, perikanan dan sebagainya.
















D. Kerangka Pemikiran
Untuk lebih memahami dan memudahkan dalam proses penelitian, kiranya perlu diuraikan mengenai kerangka penelitian.





















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Obyek Penelitian

Penelitian Ini dilakukan di Daerah Bandung Selatan Tepatnya di Kecamatan Rancabali, Ciwidey dan Pasirjambu. Merupakan daerah tujuan wisata alam yang sudah lama menjadi lambang Kabupaten Bandung.
Tempat wisata tersebut diantanya adalah wisata Perkebunan teh Rancabali, Sinumbra, Situ Patenggang, Pemandian air panas untuk pengobatan di Cibuni, emandian air panas walini, Cimanggu, penangkaran Rusa di Rancaupas dan Kawah putih

B. Metodologi Penelitian
Dalam proposal ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Hal ini disebabkan karena kualitatif lebih mendalam mengenai permasalahan manusia sebagai intrumen penelitian. Metode wawancara, observasi dan dokumentasi, juga teknik teknik analisisnya lebih merupakan ekstensi dari prilaku manusia, seperti mendengarkan , melihat, bicara, berinteraksi dan bertanya.
Menurut pendapat Edmund Husserl (1928) Penelitian Kualitatif adalah salah satu model penelitian Humanistik, yang menempatkan manusia sebagai subyek utama dalam peristiwa social/budaya. Jenis penelitian ini berlandaskan pada filasafat fenomenologi. Kemudian dikembangkan oleh Max Webber ( 1864-1920 ) kedalam sosiologi, sifat humanistic dari aliran pemikiran ini terlihat dari pandangan tentang posisi manusia sebagai penentu utama prilaku manusia yang tampak merupakan konsekwensi konsekwensi dari sejumlah pandangan atau doktrin yang hidup di kepala manusia pelakunya. Jadi, ada sejumlah pengertian, batasan batasan, atau kompleksitas makna yang hidup di kepala manusia pelaku, yang membentuk tingkah laku yang terekpresi secara ekplisit.
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berguna untuk memperoleh penemuan penemuan yang tidak terduga sebelumnya dan membangun kerangka teoritis baru. Penelitian kualitatif biasanya mengejar data verbal yang lebih mewakili fenomena dan bukan angka angka yang penuh prosentasi dan merata yang kurang mewakili keseluruhan phenomena.
Penelitian kualitatif sebagaimana yang didefinisikan oleh Boddan dan Taylor (1975:5) yaitu :
Refers to research procedures which prosedur descriptive data : peolple’s own written or spoken words and the observable behavior, this approach, direch irself at scventting ang the individuals within those setting and the study, be it an organization or an individuals, is not reduced to an isolated variable vor to an hypothesis, but is viewed instead as part of a whole.
Menurut Boddan bahwa rancangan penelitian kualitataif, diibaratkan seperti orang mau bepergian, sehingga ia baru tahu keadaan dan situasi tempat yang mau dituju, tetapi belum tahu pasti apa yang ada di tempat itu. Ia akan tahu setelah memasuki wilayah yang baru itu dengan cara membaca, berbagai informasi tertulis, gambar gambar, berfikir dan melihat obyek dan kegiatan orang yang ada disekitar lingkungan tersebut. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan ditanyakan. Setalah peneliti terjun ke lapangan maka proses selanjutnya adalah tahap reduksi/focus, maka pada tahap ini peneliti mereduksi segala informasi yang telah diperoleh pada tahap pertama. Tahap reduksi ini peneliti menyortir data dengan cara memilih man data yang menarik , penting, berguna, dan baru. Data yang dirasakan tidak terpakai singkirkan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka data data tersebut selanjutnya dikelompokan menjadi berbagai katagori yang ditetapkan sebagai focus penelitian. Kemudian tahap selanjutnya adalah peneliti melakukan analisis yang medalam terhadap data dan informasi yang diperoleh, maka peneliti dapat menemukan tema dengan cara memfokuskan data yang diperoleh menjadi suatu bangunan pengetahuan yang baru.
Metode penelitian ini menggunakan Etnografi dengan pendekatam fenomenologi dalan studi tentang penelitian masyarakat, Etnografi adalah berasal dari kata ethnos yang berarti bangsa dan graphein yang berarti tulisan atau uraian. Jadi berdasarkan asal katanya, etnografi berarti tulisan tentang/ mengenai bangsa. Namun pengertian tentang etnografi tidak hanya sampai sebatas itu. Burhan Bungin ( 2008:220) mengatakan etnografi merupakan embrio dari antropologi. Artinya etnografi lahir dari antropologi di mana jika kita berbicara etnografi maka kita tidak lepas dari antropologi setidaknya kita sudah mempelajari dasar dari antropologi. Etnografi merupakan ciri khas antropologi artinya etnografi merupakan metode penelitian lapangan asli dari antropologi ( Marzali 2005:42).
Etnografi biasanya berisikan/menceritakan tentang suku bangsa atau suatu masyarakat yang biasanya diceritakan yaitu mengenai kebudayaan suku atau masyarakat tersebut. Dalam membuat sebuah etnografi, seorang penulis etnografi (etnografer) selalu hidup atau tinggal bersama dengan masyarakat yang ditelitinya yang lamanya tidak dapat dipastikan, ada yang berbulan-bulan dan ada juga sampai bertahun-tahun. Sewaktu meneliti masyarakat seorang etnografer biasanya melakukan pendekatan secara holistik dan mendiskripsikannya secara mendalam atau menditeil untuk memproleh native’s point of view. Serta metode pengumpulan data yang digunakan biasanya wawancara mendalam ( depth interview) dan obserpasi partisipasi di mana metode pengumpulan data ini sangat sesuai dengan tujuan awal yaitu mendeskripsiakan secara mendalam.
Membuat etnografi juga merupakan hal yang wajib dilakukan uuntuk para sarjana antropologi. Seperti yang ditulis oleh Marzali (2005:42):

Bagaimanapun, etnografi adalah pekerjaan tingkat awal dari seorang ahli antropologi yang propesional. Etnografi adalah satu pekerjaan inisiasi bagi yang ingin manjadi ahli antropologi professional. Seseorang tidak mungkin dapat diakui sebagai seorang ahli antropologi professional jika sebelumnya dia tidak melakukan sebuah etnografi, dan melaporkan hasil penelitiannya. Hasil penelitiannya ini harus dinilai kualitasnya…Untuk meningkat ke peringkat yang lebih tinggi maka…pekerjaan yang harus dilakukan selanjutnya adalah apa yang disebut sebagai comperative study, basik secara diakronis maupun secara sinkronis.

Jika kita membaca tulisan tersebut, terlihat penulis ingin menekankan bahwa membuat etnografi itu merupakan suatu kewajiban. Sesorang sarjana antropologi wajib menghasilkan sebuah etnografi jika belum maka seseorang tersebut belum dikatakan seorang sarjana antropologi. Namun jika sudah maka seseorang tersebut berhak untuk dikatakan seorang sarjana antropologi namun belum bisa dikatakan sebagai ahli antropologi sesungguhnya ( ahli etnologi ). Seseorang dikatakan ahli etnologi apabila seseorang tersebut melakukan pekerjaan yang lebih tinggi yaitu comparative study dalam basic diakronis maupun sinkronis.
C. Informan penelitian
Dalam penelitian ini peneliti mencari sumber dengan bantuan informan atau orang yang dapat memberikan laporan tentang kondisi lapangan, seperti yang dikemukakan oleh Moleong (2000:90)”
Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan Informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian, menpunyai pengalaman tentang latar penelitian, sukarela menjadi anggota tim dengan memerikan pandangan dari segi orang tentang nilai nilai, sikap, proses, dan kebudayaan yang menjadi latar penelitian setempat”
Dari pendapat tersebut dapat ditafsirkan bahwa Informan harus betul betul memahami daerah penelitian dengan sukarela membantu mendapatkan informasi guna kelancaran penelitian sehingga penelitian tersebut dapat terlaksana sesuai dengan tujuan.
Kegunaan informan juga dapat dikatakan sebagai peran yang sangat penting mengingat dalam hal ini peneliti masih awam dalam bidang etnografi maka peran informan dapat melancarkan penelitian didaerah yang diteliti sebagaimana yang dikemukakan oleh Lincoln dan guba dalam Moleong (2000:90)” Kegunaan Informan bagi peneliti ialah membantu agar secepatnya dan tetap seteliti mungkin dapat membenamkan diri dalam konteks setempat terutama bagi peneliti yang belum mengalami latihan etnografi”.
Untuk itu pemanfaatan informan bagi peneliti ialah agar dalam jangka waktu yang relative singkat banyak informasi yang terjangkau, karena informan dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran, atau membandingkan suatu kejadian yang ditemukan dari subyek lainnya.
Penelitian ini menggunakan istilah “ Social Situation” sebagaimana pendapat Spradly (1980:242) “ terdapat tiga elemen untuk mendapatkan informan penelitian diantaranya adalah tempat (place), pelaku (action), dan aktivitas (activity).
D. Pemilihan Informan Penelitian
Dalam pengambilan data digunakan teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan informan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini, misalya adalah orang tersebut dianggap yang paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin orang tersebut menjadi penguasa sehingga akan memudahkan mencari informasi yang diteliti. Moleong (2000:90) mengemukakan bahwa :
Dalam menentukan Informan dapat dilakukan dengan cara (1). Melalui keterangan orang yang berwenang baik secara formal (pemerintah) maupun informal (non pemetintah pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat,pemimpin adat, dan lain lain) .(2) melalui wawancara pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti.
Dari pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuannya adalah agar peneliti dapat memperoleh informasi yang akurat dan benar benar memenuhi persyaratan karena informan tersebut mengetahui secara lengkap tentang lapangan atau daerah penelitian tersebut.
Lincoln dan Guba ( 1985 : 247 ) mengemukakan bahwa:
Naturalistic sampling is, then very different from convensional smpling. It is based on information, not statistical, consi deration, its purpose is to maximize on information, to facilitate generalization.
Penetuan sampel dalam penelitian kualitatif sangat berbeda dengan penetuan sampel dalam penelitian konvensional ( kuantitatif ). Penetuan sampel dalam penelitian kualitatif tidak didasarkan perhitungan statitik. Sampel yang dipilih berfungsi untuk mendapatkan informasi yang maksimum, bukan untuk digeneralisasikan.
Karena itu, menurut Lincoln dan Guba ( 1985 : 247 ), dalam penelitian naturalistic spesifikasi informal tidak dapat ditentukan sebelumnya. Sedangkan ciri ciri khusus informan purposive, yaitu:
1. Emergent sampling design/sementara
2. Serial seleksion of sample units/mengelinding seperti bola salju
3. Continuous adjustmen or focusing of the sample/ disesuaikan dengan kebutuhan
4. Selection to the point of redundancy / dipilih sampai jenuh
Seperti telah dikutip diatas dalam informan purpouse besar informan ditentukan oleh pertimbangan informasi. Seperti ditegaskan oleh Lincoln dan Guba ( 1985 : 247 ) bahwa “ if the purpouse is to maximize information,then sampling is terminated when no new information is forth-coming from newly sampled units; this redundance is the primary criterion”. Dalam hubungan ini Nasution ( 1988 : 248 menjelaskan bahwa penetuan unit informan dianggap telah memadai apabila telah sampai kepada taraf redundance ( data telah jenuh, ditambah informan tidak lagi memberikan informasi yang baru ) artinya bahwa dengan menggunakan informan selanjutnya boleh dikatakan tidak lagi diperoleh tambahan informasi baru yang berarti.
Mengingat penelitian ini adalah etnografi maka jelas factor informan sangat menentukan untuk kelangsungan penelitian maka dapat dijelaskan bahwa informasi yang diperoleh dilapangan adalah salah satu syarat mutlak
Penelitian etnografi yang dilakukan dapat peneliti peroleh melalui informan menjaring data di lokasi berupa pola-pola kultural. Etnografer menjaring data dengan cara bertanya langsung atau tinggal bersama dengan para partisipan untuk mengamati bagaimana pola-pola yang mereka gunakan ketika bekerja, bersantai, beribadah, dan lain-lain. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, peneliti bisa turut serta bekerja, bermain, atau beribadah dengan para partisipan.
Data-data yang didapat dilapangan dibedakan ke dalam tiga jenis: data emik, data etik, dan data negosiasi. Data emik merupakan informasi yang diberikan langsung oleh para partisipan. Data ini sering disebut sebagai konsep-konsep tingkat pertama, yang berbentuk bahasa lokal, pemikiran-pemikiran, cara-cara berekspresi yang dimiliki/digunakan secara bersama-sama oleh para partisipan. Data etik merupakan informasi berbentuk interpretasi peneliti yang dibuat sesuai dengan perspektif para partisipan. Data ini sering disebut sebagai konsep-konsep tingkat kedua, yaitu ungkapan-ungkapan atau terminologi yang dibuat peneliti untuk menyatakan fenomena yang sama dengan yang diungkapkan para partisipan. Data negoisasi merupakan informasi yang disetujui bersama oleh para partisipan dan peneliti untuk digunakan dalam penelitian. Negoisasi dapat terjadi dalam tahapan yang berbeda-beda selama pelaksanaan penelitian. Di awal penelitian, misalnya, para partisipan dan peneliti meyepakati bidang-bidang apa saja yang akan digali oleh peneliti, bagaimana memperlakukan setiap individu di lapangan penelitian, dan lain sebagainya, dan sebagainya. Pada saat penelitian berlangsung, peneliti dapat mengklaifikasi makna, penggunaan,dan ruang lingkup sebuah ungkapan.

E. Instrument dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian

1. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian adalah peneliti sendiri. Karena itu peneliti sebagai instrument juga harus “divalidasi” sejauh mana peneliti siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Penguasaan wawancara terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian, peneliti adalah Human Instrumen, berfungsi sebagai penetap fakus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya.


2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi yang didapat dari data langsung lapangan melalui wawancara serta sumber yang didapat sebagai pelengkap diambil dari dokumen dokumen baik yang ada di lapangan maupun yang ada di luar lapangan seperti perpustakaan. Selanjutnya Teknik pengumpulan data yang didapat yaitu tentang cara yang gunakan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan metode tertentu. Dalam kaitannya dengan penelitian ini pengumpulan data didasarkan atas metode, tujuan dan kondisi tempat yang dijadikan obyek penelitian.
Pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah, sumber, data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak data observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dalam hal ini digambarkan pada table dibawah ini.





Gambar 2.2. macam teknik Pengumpulan data
Dari gambar tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa untuk mendapatkan data di daerah penelitian dilakukan dengan tiga macam teknik ialah wawancara, Dokumentasi dan observasi yang akan dijelaskan dibawah ini.
1. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlaku. Dokumen bisa berbetuk tulisan, gambar atau karya karya monumental dari seseorang. Hasil penelitian dari observasi atau wawancara, akan semakin kredibel/dapat dipercaya apabila didukung oleh poto poto, karya tulis akademik, buku, jurnal dan sejenisnya. Dalam hal ini Guba dan Lincoln dalam Moloeng (2000:161) mendefinisikan perbedaan dokumen dengan record.
Record adalah setiap pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau penyajian akunting. Dokumentasi adalah setiap bahan tertulis atau film, lain dari record yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan penyidik.
Perhatian pembahasan disini adalah diarahkan kepada dokumen dalam arti jika peneliti menemukan record, tentu saja perlu dimanfaatkan. Masih menurut Guba dan Lincoln dalam Moloeng (2000:161) dokumen dan record digunakan untuk keperluan penelitian dengan alasan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan seperti :
a. Dokumen dan recard digunakan karena merupakan sumber yang stabil, kaya, dan mendorong.
b. Berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian
c. Keduanya berguna dan sesuai dengan penelitian kualitatif karena difatnya yang alamiah, sesuai dengan konteks, lahir dan berada dalam konteks.
d. Recold relative murah dan tidak sukar diperleh, tetapi dokumen harus dicari dan ditemukan
e. Keduanya tidak reaktif sehingga tidak sukar ditemukan dengan teknik kajian isi.
f. Hasil pengkajian ini akan membuka kesempatan untuk lebih mempeluas tubuh pengetahuan terhadap sesuatu yang diteliti.
Dokumen dan recard merupakan sumber yang dapat dijadikan bukti otentik dalam menguji dan melengkapi materi penelitian sehingga penelitian tersebut sempurna.
2. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal hal dari responden yang lebih mendalam. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau setidaknya pada pengethuan dan keyakinan pribadi.
Menurut Nasution (2008:113) wawancara atau interviu adalah suatu bentuk komunikasi verbal jadi semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi. Dari pendapat diatas arti interviu sebenarnya adalah bukan wawancara yang dilakukan oleh 2 orang tetapi dapat juga sekaligus diinterviu dua atau lebih. Sedangkan Menurut Esterberg ( 2002 ) mendefinisikan wawancara sebagai berikut “ a meeting of two persons to exchange information and idea through question and responses, resulting in communication and joint contruction of meaning about a particular topic” wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topic tertentu.
Wawancara tak berstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Persiapan wawancara tak berstruktur dapat diselenggarakan menurut tahap tahap tertentu sebagaimana yang dikemukakan Moloeng(2000:145)
Tahapan pertama adalah menemukan siapa yang akan diwawancarai. Mereka adalah yang berperan, yang pengetahuannya luas tentang daerah atau lembaga tempat penelitian, dan yang suka bekerja sama untuk kegiatan penelitian yang sedang dilakukan.
Tahap kedua adalah mencari tahu cara yang sebaik baiknya untuk mengadakan kontak dengan mereka. Karena responden adalah orang orang pilihan, dianjurkan agar jangan membiarkan orang ketiga yang menghubungi, tetapi peneliti sendirilah yang melakukannya.
Langkah ke tiga adalah mengadakan persiapan yang matang untuk pelaksanaan wawancara hal ini berarti pewawancara hendaknya mengadakan latihan terlebih dahulu bagaimana memperkenalkan diri dan memebrikan ikhtisar singkat tentang penelitian.
Dari pernyataan diatas jelas bahwa wawancara yang dilakukan peneliti harus mempunyai persyaratan yang dapat memberikan jawaban yang diinginkan tidak bersifat dugaan atau kira kira tetapi jawaban tersebut betul betul merupakan jawaban yang nyata tentang keadaan daerah tersebut. Oleh sebab itu Dalam hal ini penulis mengadakan wawancara langsung dengan tokoh yang relevan dan mengerti betul keadaan daerah termpat diantaranya dengan sesepuh daerah , kepala desa/ staf desa. Tokoh masyarakat atau tokoh adat. Menyangkut permasalahan yang diteliti yaitu “Dampak perkembangan pariwisata terhadap social budaya Masyarakat Rancabali “ dari segi mata pencaharian, kesenian dan religi.
Untuk merekam wawancara yang penulis lakukan agar berjalan dengan baik maka diperlukan alat alat yang menunjang kegiatan tersebut :
1) Buku cacatan, berfungsi untuk mencatat semua percakapan dengan sumber data
2) Handycam adalah untuk merekam semua percakapan atau pembicaraan
3) Camera berfungsi sebagai pemotret keadaan sekitar
Dengan alat perekam tersebut peneliti dapat menganalisa kembali hasil wawancara yang dilakukan dilapangan.
3. Observasi partisipasi.
Observasi yang dilakukan peneliti bertujuan untuk memperoleh gambaran atau informasi tentang keadaan dan kegiatan manusia didaerah atau wilayah yang diteliti sebagaimana yang dikemukakan oleh Nasution (1982 :123) “ observasi di lakukan untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi dalam kenyataan” melalui observasi penulis belajar tentang prilaku manusia dan makna dari perilaku tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi partisipasi pasif, peneliti datang ke tempat kegiatan orang yang diamati tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan demikian instrument penelitian ialah peneliti itu sendiri, yang terlebih dahulu perlu sepenuhnya memahami dan adaftif dalam situasi yang dihadapi.
Menurut patton dalam Nasution (1988:257) manfaat observasi adalah:
a. Dengan observasi dilapangan peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi social, jadi akan dapat diperoleh pandangan yang holistic atau menyeluruh.
b. Dengan observasi maka akan diperoleh pengalaman langsung, sehingga memungkinkan peneliti menggunakan pendekatan induktif,jadi tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan sebelumnya.
c. Dengan observasi peneliti dapat melihat hal hal yang kurang atau tidak diamati orang lain,khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu, karena telah dianggap dan karena itu tidak akan terungkapkan dalam wawancara.
d. Dengan observasi peneliti dapat menemukan hal hal yang sedianya tidak akan terungkap oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitive atau ingin ditutupi karena dapat merugikan nama lembaga.

Dari pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa observasi merupakan alat yang dapat membantu peneliti untuk mengumpulkan data yang lebih lengkap dari lingkungan yang diteliti dan sebagai alat penelitian yang mungkin tidak terungkap dalam wawancara di lapangan.

F. Analisis data
Dalam penelitian ini, data yang diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam macam dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh.
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan bahan lainnya, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.
Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Proses analisis data dimulai dengan penelaahan seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, dokumentasi, dan observasi yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar dan foto. Data tersebut banyak sekali, setelah dibaca, dipelajari dan di telaah, maka langkah berikutnya adalah mengadakan reduksi data, yang dilakukan dengan mebuat Abstraksi. Langkah berikutnya adalah menyusun dalan satuan satuan
Dalam hal ini Naution (1988:275) menyatakan bahwa “analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun kelapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian.
1. Analisis sebelum di lapangan
Penelitian masih sementara dan akan dikembangkan setelah peneliti masuk dan selama dilapangan.
2. Analisis data dilapangan
Dapat dilakukan oelh peneliti setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu.pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, maka diperoleh data yang dianggap valid.